Part 10 - Berita Menyebar

137 13 19
                                    

-----

Hari senin Vanya sudah kembali masuk sekolah, Vanya hari ini di antar oleh Abangnya. Kali ini Kavi berbaik hati mengantar jemput Vanya selama seminggu, karna Vanya sudah membantu Abangnya itu datang ke acara reuni sekolah Kavi. Dengan Vanya yang menjadi gandengan Kavi malam itu.

Vanya hari ini datang sebelum bel berbunyi, Vanya berjalan di koridor dengan menundukkan kepalanya karna Vanya melihat banyak mata menatap dirinya dengan pandangan sulit diartikan.

Vanya mempercepat langkah nya agar segara tiba ke kelasnya, tapi tiba-tiba Calisa muncul di samping nya. Dan menarik Vanya untuk berlari ke arah kelas mereka.

Sesampainya di kelas Calisa melepaskan tangannya yang menarik tangan Vanya. Calisa ngos-ngos an untuk berlari pagi-pagi seperti ini.

Dengan Vanya menatap heran Calisa.

"Lo kenapa narik tangan gue, Lis?" Tanya Vanya.

"Gue nyelamatin elo lah" Calisa yang masih ngos-ngos an, mulai duduk di bangku dengan Vanya yang masih menatap Calisa bingung.

"Emang gue kenapa?"

"Lo belum buka grup sekolah emang?"

"Ada apa di grup?"

Calisa menghembuskan napasnya, dia mengambil ponsel dalam sakunya. Membukanya lalu menyerah kan ponselnya ke Vanya.

Vanya menyambut ponsel Calisa, mata Vanya langsung melotot melihat foto dirinya dengan Malka bersepeda sabtu pagi,tersebar di grup sekolah. Foto dirinya yang memegang leher Malka dan mereka tersenyum bahagia disana.

"Ko...kok..bisa?"

"Gak tau, mungkin ada yang liat elo kali sepeda an di taman. Di foto lalu sebarkan deh di grup" ucap Calisa.

Vanya mengangguk paham, "Tapi kan gue sama Malka pacaran. Kenapa harus di ributkan?" Cicit Vanya pelan, dia terus merasa tidak enak akan status bohongan dia dengan Malka.

"LO UDAH PACARAN DENGAN MALKA?" Kata Calisa keras, yang membuat Vanya langsung menutupi mulut Calisa dengan tangannya.

"Lis, jangan keras-keras ngomong nya"

"Seriusan lo udah pacaran dengan Malka?" Ulang Calisa dengan mata berbinar-binar senang.

"Iya" ucap Vanya pelan.

"Aaaaa selamat Van" Calisa memeluk Vanya dengan erat saking bahagianya dia mendengar berita Vanya dan Malka official pacaran.

"Kami yang pacaran, kenapa di ributkan?" Ulang Vanya bingung, dia tidak mengerti mengapa dia di tatap seperti itu ketika di koridor.

"Mereka taunya lo sama Malka, cuman dekat aja. Gue harus konfirmasi di grup" ujar Calisa mengambil ponselnya, lalu mengetikkan sesuatu di sana.

"Eh...eh konfirmasi apaan" Vanya merebut ponsel Calisa, namun terlambat karna Calisa sudah mengirimkan pesan di sana.

'Mereka sudah pacaran guys, wajar lah mereka romantis gitu.'

[LSS 1] Pacar Bohongan Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang