LOVE SCHOOL SERIES 1
Note : mengandung kata-kata kasar di dalamnya, di harapkan kebijakan untuk membacanya.
---------------
Berawal dari ucapan spontan Vanya, mengakui Malka (Pacar dari Anna) sebagai pacar nya demi menghindari mantan pacar Vanya (...
Bel pulang sekolah sudah berbunyi 30 menit yang lalu, dan Vanya masih berada di sekolah nya. Dia tadi sudah mau pulang, namun Kavi tidak bisa menjemputnya karena sibuk.
Tepat saat Vanya hendak memesan ojek online, Malka datang menghampiri nya menawarkan diri untuk mengantarkan Vanya pulang. Namun Vanya harus menunggu Malka sampai selesai latihan basket.
Dan disinilah Vanya berada, menunggu Malka selesai bermain basket dengan duduk di sebuah kursi yang berada di samping lapangan basket.
Masih banyak ternyata murid yang bertahan di sekolah seperti Vanya, kebanyakan murid perempuan yang menonton murid cowok yang latihan basket.
Mereka beberapa kali histeris melihat cowok pujaan mereka memasukkan bola ke ring.
Seperti Malka yang sekarang berhasil memasukkan bola ke ring, dia bersorak dan bertos ria dengan rekannya. Yang mengundang pekikan histeris dari murid perempuan.
Vanya mencibir melihatnya. Awal masuk sekolah dulu, Malka pernah mengatakan padanya kalau Vanya sudah banyak menarik minat murid cowok sekolah ini, dan sekarang apa bedanya dengan Malka?
Dia juga sudah memiliki banyak fans ternyata, tidak salah dulu Anna minta Vanya untuk menjaga Malka.
Tentang Anna, pagi tadi Vanya dapat pesan dari sepupunya itu. Kalau Anna sudah tiba di Finlandia, dan Vanya senang bukan main. Berarti ke khawatiran nya tidak terjadi.
Kursi di samping Vanya bergoyang, tanda seseorang duduk di sampingnya.
Vanya menoleh dan mendapati Alif lah yang duduk di sampingnya, Alif terlihat sumringah ketika Vanya menoleh kearah nya.
"Hai Putri!" Sapa Alif sambil mengedipkan sebelah matanya.
Vanya menyengitkan dahinya bingung, siapa yang disapa nya Alif ini? Dia? Vanya tidak suka dengan orang memanggil namanya Putri, Vanya merasa nama Putri bukan dirinya sekali.
"Kenalin gue Perdana" sahut Alif dengan memasang wajah seriusnya, yang malah membuat Vanya mendengus geli.
"Lo apaan sih, udah Alif aja nama lo" kata Vanya tertawa kecil, yang membuat Alif tertegun melihatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pantas Malka seneng bikin lo ketawa, Van. Kalau bikin adem gini"
Tawa Vanya terhenti karna ucapan Alif, dia memutar bola matanya jengah. " Ya udah sih, iya. Gue malah bersyukur senyuman gue bisa buat orang jadi senang"