Part 30 - She is back

76 5 20
                                        


-----

Pagi hari di Gili Nanggu

Vanya menghembuskan napasnya berkali-kali sambil menghadap cermin.

Penjelasan Malka kemarin sore sedikit menenangkan perasaannya. Hanya sedikit,karna sebagian dari diri Vanya merasa, kalau Ibunya Malka menaruh rasa penasaran akan dirinya.

Ibu, gak pernah kenal sama Anna. Yang tahu hubungan aku cuman Kak Mikha, karna saat aku berpacaran dengan Anna. Ibu sudah tinggal di sini. Dan hanya sesekali ke Jakarta kalau ada kepentingan. Jelas Malka saat itu.

"Semangat Van, mungkin hanya perasaan lo aja." Gumam Vanya pada dirinya sendiri.

Vanya menguncir rambutnya, lalu keluar dari kamar nya dan Calisa menginap di sini.

Calisa sudah keluar sedari tadi, dia sangat excited ingin merasakan angin pantai di pagi hari.

Sedangkan Vanya sengaja berlama-lama di kamar, menghindari Ibunya Malka.

"Loh Vanya kok baru muncul? Yang lain udah seru-seru an di pantai." Tegur ibunya Malka saat Vanya berada di ruang tamu.

"Eh?"

"Itu tadi.. Vanya sakit kepala, Tan. Makanya baru bisa keluar kamar sekarang," kilah Vanya.

Tidak mungkin kan, dia berkata jujur kalau dia sengaja menghindari Ibunya Malka ini?

"Kamu sakit, Van? Pasti belum sarapan kan? Ayo sama Tante sarapan dulu." Ajak ibunya Malka menarik tangan Vanya.

"Enggak usah Tante, Vanya masih kenyang kok. Nanti Vanya bisa ambil sendiri kalau lapar." Tolak Vanya.

"Gak mungkin kamu masih kenyang, tadi malam aja kamu sedikit makannya."

"Vanya masih kenyang kok Tan, beneran."

"Kamu itu gak boleh diet, loh. Kamu masih masuk masa pertumbuhan. Gak baik diet, mengurangi makan nya gitu." Ibu Malka menyuruh Vanya duduk, lalu dia mulai sibuk menyiapkan makanan untuk Vanya.

Vanya tidak ada pilihan, selain menuruti perintah Tante Misa. Walaupun jauh dalam pikiran nya, mulai merencanakan untuk kabur saja.

"Badan kamu itu udah bagus loh, kenapa masih mau diet?" Tanya Tante Misa menyerahkan sepiring sandwich ke hadapan Vanya.

"Makasih, Tan. Tapi Vanya gak diet kok,"

"Kalau gak diet, kenapa makannya sedikit?"

"Vanya cuman lagi gak selera makan aja kok,"

"Kangen masakan Mama kamu ya?" Tanya Tante Misa, sambil mengelus rambut Vanya.

"Rambut kamu bagus, tante dulu pengen banget punya anak cewek. Eh keluar nya Malik," kekeh Tante Misa.

"Gak apa-apa, Tan. Malik juga lucu kok." Puji Vanya.

"Ah! kamu bisa aja, aduh tante jadi ganggu in kamu sarapan. Ayo di makan Vanya, yang lain udah di pantai. Malka tadi juga keluar bawa adiknya."

Vanya tersenyum lalu memakan sandwich nya.

"Malka terlihat sayang banget sama Malik," ucap Vanya.

Tante Misa tersenyum tipis, "Malka orang nya baik. Dulu pas tante sama papanya bilang mau nikah, dia cuman tersenyum aja. Gak kayak Mikha yang dulu langsung protes."

"Malka itu kalau marah suka diam sendiri, kamu udah tau?"

Vanya mengangguk kan kepalanya, dia sudah tahu salah satu sifat pacarnya itu.

[LSS 1] Pacar Bohongan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang