-----
Malka dan Vanya sampai di kantin, Malka menyuruh Vanya untuk mencari kursi kosong dan dirinya yang memesan makanan.
Vanya yang sudah menemukan kursi kosong mendudukkan tubuhnya, dia mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan ke abangnya agar menjemputnya pulang sekolah nanti.
BangKav
Abang gak bisa jemput dek, abang masih ada kelas.
Balas Abangnya Vanya yang masih kuliah, Kavi dan Vanya hanya beda 4 tahun. Tapi mereka tidak terlihat seperti Kakak-beradik karna mereka sering bertengkar dirumah. Yang membuat ibu mereka menjewer telinga mereka saking kesalnya.
Vanya mengerucut-kan bibirnya membaca balasan pesan abangnya, dia bingung bagaimana dia pulang nanti karna abangnya tidak bisa menjemputnya.
"Kenapa cemberut gitu Van?" Malka datang membawa makanan dan jus apel kesukaan Vanya.
Wajah Vanya yang sebelumnya cemberut langsung ceria melihat minuman kesukaannya di bawakan Malka.
"Makasih Malka" ucap Vanya tulus dengan senyuman lebarnya.
"Iya, lo kenapa tadi cemberut?" Ulang Malka bertanya, sambil memakan nasi goreng yang di belinya tadi. Malka juga membelikan Vanya nasi goreng. Tapi yang di lihat Malka, Vanya hanya sibuk meminum jus apel nya tanpa berniat makan.
"Bang Kavi gak bisa jemput gue nanti"
"Kenapa memangnya?"
"Masih ada kelas, katanya gitu" ucap Vanya yang terus meminum jus favoritnya hingga tinggal setengah.
"Yaudah, lo pulangnya bareng gue aja" usul Malka.
"Gak usah, ngerepot-in entar. Lo pulang gak bareng Anna?" Tanya Vanya.
"Bareng kok, hari ini gue jemput dia ke sekolah nya. Lo mau bareng gak? Rumah lo sama Anna juga satu arah jadinya gak ngerepot-in kok"
"Yaudah, kalau bareng Anna gue mau kok ikut. Sekalian minta maaf sama dia udah ngakuin lo pacar gue" Ucap Vanya nyengir, dia tidak bisa membayangkan reaksi sepupunya nanti saat dia menjelaskan ceritanya.
"Kan udah gue bilang gak papa Van, Anna udah gue kasih tau. Dia bilang gak masalah kok"
"Eh, seriusan?"
"Iya. Katanya bagus kalo lo ngakuin gue sebagai pacar, biar gak ada yang mau sama gue disini." Ucap Malka lalu meminum air mineral nya.
"Hahaha, Anna bisa aja" Tawa Vanya pecah, mendengar tanggapan sepupunya itu. Dia bahkan mengira Anna akan marah, tapi yang ada Anna malah mendukung Malka buat jadi pacar bohongan nya.
"Makanya lo gak usah ngerasa gak enak terus sama gue dan Anna"
"Iya... Iya yaudah"
"Iya jadi pacar gue Van?" Malka menurun naikkan alisnya meledek Vanya.
"Dih, pacar bohongan Mal"
"Mau beneran juga gak papa, lumayan punya dua cewek kan" tawa Malka.
"Ngamuk yang ada Anna kalau lo punya dua cewek Mal" ucap Anna sambil mengaduk minumannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[LSS 1] Pacar Bohongan
Teen FictionLOVE SCHOOL SERIES 1 Note : mengandung kata-kata kasar di dalamnya, di harapkan kebijakan untuk membacanya. --------------- Berawal dari ucapan spontan Vanya, mengakui Malka (Pacar dari Anna) sebagai pacar nya demi menghindari mantan pacar Vanya (...
![[LSS 1] Pacar Bohongan](https://img.wattpad.com/cover/119300012-64-k380240.jpg)