Happy reading ^^
-----
Hari terakhir di Gili Nanggu, tidak di sia-sia kan Vanya lagi untuk menikmati suasana disini.
Sepulang dari Malka mengajak nya melihat sunrise, dia langsung mandi berganti pakaian. Dan bersiap untuk pergi lagi. Karna saat di tebing tadi Malka berjanji, mengajaknya naik paralising.
Vanya tahu, Malka menyukai olahraga yang extrem seperti sekarang.
"Jauh ya, tempat Parasailing nya?" Tanya Vanya saat menaiki motor sport Malka lagi.
"Lumayan, dari pada kamu pegel kakinya jalan." Jawab Malka memasangkan helm ke kepala Vanya.
"Biar aman," tambahnya.
"Tapi kan kita bisa naik sepeda?" Tanya Vanya. Karna di vila Malka banyak sepeda, dia tadi melihat Kavi, Alif, serta Samudra. Yang sudah menghilang menaiki sepeda entah kemana.
"Habis main Parasailing kita mau ke suatu tempat lagi, gak mungkin naik sepeda kita ke sana." Jawab Malka menghidupkan motornya.
"Pegangan," pinta Malka.
Vanya mengangguk, melingkarkan tangannya di pinggang Malka.
-----
"Malka takut!!!" Cicit Vanya saat dia mulai dipasangkan pengaman, sebentar lagi dia akan terbang bersama Malka.
"Ada aku, Van. Ngapain takut?"
"Tapi kalau tali itu putus, kita gimana?" Tanya Vanya menunjuk tali Parasailing.
Malka mengehela napas, pikiran absurd Vanya mulai kembali.
"Vanya liat aku?" Malka membawa Vanya menghadap nya.
"Tali paralising kuat, gak bakalan putus. Kalaupun akan putus, kita akan terbang seperti naik paralayang." Ujar Malka menenangkan.
"Malka ih!!! bikin takut!"
"Loh? Bukannya kamu sendiri yang bilang tali nya kalau putus?"
"Malka ih!!!"
Malka terkekeh geli, "kita terbang nya barengan, Van. Kamu sama aku akan aman, aku jamin."
"Tapi takut," cicit Vanya dengan wajah hampir menangis.
Malka langsung memeluk Vanya menenangkan. Malka meminta kru Parasailing menunda mereka naik.
Vanya mungkin belum siap.
"Kamu emang gak mau pamer pemandangan di atas sama Kavi?"
"Eh? Emang bagus?" Tanya balik Vanya.
Senyuman Malka langsung terbit, dia mengangguk kan kepalanya.
"Jadi berani naik?"
"Asal Malka pegang tangan aku terus ya?" Pinta Vanya.
"As you wish, babe."
Malka mulai memerintahkan para kru untuk mulai menyiapkan. Tangan Vanya di genggaman nya terasa dingin, Vanya bahkan menutup matanya. Takut.
Pelan-pelan angin mulai membawa mereka naik, Vanya terpekik saat mereka sudah terbang.
"Malka!!!! Takut!!!" Teriak Vanya dengan mata terpejam.
"Aku ada disamping kamu, Van. Coba buka matanya, lihat pemandangan dibawah" Suruh Malka.
Vanya pelan-pelan membuka matanya, wajahnya langsung shock melihat berapa tinggi mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
[LSS 1] Pacar Bohongan
Teen FictionLOVE SCHOOL SERIES 1 Note : mengandung kata-kata kasar di dalamnya, di harapkan kebijakan untuk membacanya. --------------- Berawal dari ucapan spontan Vanya, mengakui Malka (Pacar dari Anna) sebagai pacar nya demi menghindari mantan pacar Vanya (...
![[LSS 1] Pacar Bohongan](https://img.wattpad.com/cover/119300012-64-k380240.jpg)