Part 24 - Accident

110 11 26
                                        


Vote nya dulu dong 😉😉

-----

"Van! Pulangnya ikut aku, yuk?" Ajak Malka menahan tangan Vanya yang sudah berjalan duluan bersama Calisa. Vanya dan Calisa sudah merencanakan ingin mencari buku bersama, saat pulang sekolah.

"Eh? Tapi, aku sudah janji ingin cari buku dengan Calisa," bingung Vanya saat Malka menahan tangannya.

"Iya Mal, Vanya udah janji sama gue." Ujar Calisa menimpali.

Malka berdecak, "Sama aku aja, nanti sekalian mampir di toko buku, Van." kali ini Malka tidak mendengar penolakan Vanya. Karna dia langsung menarik tangan Vanya, membawanya ke area parkir sekolah.

Calisa yang ditinggalkan Vanya karna ditarik Malka, hanya melotot tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

'Ihh.. keren gitu yah Malka, kalau lagi maksa,' pikir Calisa.

Sedangkan Vanya yang di tarik Malka, berontak melepaskan tangannya dari tangan Malka.

"Malka ih, berhenti dulu!" protes Vanya saat dia berhasil melepaskan tangan Malka, Vanya menatap Malka kesal. Saat cowok itu membalikkan badannya menghadap Vanya.

"Apa?"

"Aku udah janji sama Calisa, buat nyari buku. Kamu gak boleh seenaknya gini, dong."

"Sudah aku bilang, sama aku aja ke toko bukunya. Nanti kamu bisa nyari disana."

"Emang kita mau kemana?"

"Dufan, main."

"Gak ada toko buku nya ih!!" kesal Vanya sambil mencubit lengan Malka.

"Aduh!! Van, sebelum ke Dufan kan bisa mampir ke toko buku dulu." ucap Malka menghindari tangan Vanya yang makin ganas mencubit lengannya.

"Gak ada, gak mau. Malka ih!!!"

"Ya udah.. Ya udah. Kamu mau ke toko buku dimana?, tapi aku yang anter in ya?"

"Gak mau, Gak jadi."

"Hah???," Mata Malka membulat melihat tingkah Vanya. "Kamu lagi pms, Van?" Tanya Malka spontan.

"Malka!! Apaan sih, nanya begituan." Vanya semakin menjadi, dia sekarang memukuli lengan Malka. Malka bahkan berusaha menangkap tangan Vanya, agar gadis itu tidak memukuli nya lagi.

"Iya, aduh. Ampun dong, Van. Aku khilaf nanya nya tadi."

Hal baru bagi Malka, saat Vanya kesal seperti ini. Walaupun dia juga pernah menemui Vanya yang menimpuk kepalanya dengan tas.

Bersama Anna? Tidak pernah terjadi seperti ini, Anna cenderung tenang dan dewasa. Anna saat kesal hanya diam, tidak seperti Vanya yang langsung meledak seperti ini.

Malka menghela napasnya, sambil merapikan rambut Vanya. "Ya udah, lalu sekarang mau kemana?" Tanya Malka saat Vanya tidak memukuli nya lagi.

"Ikut.... kamu, main." ucap Vanya pelan hampir seperti berbisik. Malka bahkan tidak jelas mendengar nya.

"Apa? Aku gak dengar," pinta Malka.

[LSS 1] Pacar Bohongan Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang