LOVE SCHOOL SERIES 1
Note : mengandung kata-kata kasar di dalamnya, di harapkan kebijakan untuk membacanya.
---------------
Berawal dari ucapan spontan Vanya, mengakui Malka (Pacar dari Anna) sebagai pacar nya demi menghindari mantan pacar Vanya (...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seperti yang kalian lihat, gue termasuk petarung liar di sini.
Malka Arregan Panji
-----
Alif dan Samudra telah selesai mengerjakan tugas yang di berikan Malka.
Mereka tidak begitu kesulitan. Karna orang yang di cari, bertemu dengan mereka saat di lantai satu. Alif dan Samudra hanya tinggal mengikuti saja, apa yang di lakukan cowok itu.
Saat cowok itu masuk kedalam mobil, lalu Alif dan Samudra mulai mengikuti dari belakang.
Perjalanan yang cukup jauh, sampai mobil itu berhenti di area hutan lebat.
Mereka kelihatan terkejut, saat mengikuti cowok yang di minta Malka.
Pasalnya, cowok itu berjalan ke arah hutan dengan tas hitam di tangannya. Masuk ke area berlatih menembak yang ada di dalam hutan.
Mereka bertambah terkejut, saat cowok itu mengeluarkan banyak pisau dari dalam tas nya. Lalu melemparkan nya kedepan dengan target beberapa pohon di depannya.
Belum cukup rasa terkejut Alif dan Samudra. Mereka melihat sendiri, saat cowok itu mengeluarkan pintol dari saku celananya, dan menembakkan ke sebuah target botol yang berjejer di depannya.
'Siapa kah orang yang di awasi sekarang? Lalu, siapakah Malka sebenarnya? Sampai berurusan dengan cowok ini?' Pikir mereka.
-----
Alif dan Samudra sampai, ke tempat yang di kirimkan Malka. Sebuah area gedung tua yang sudah tidak terpakai.
Mereka bergegas masuk kedalam, dan lagi-lagi mereka dibuat terkejut, saat melihat pemandangan di dalam.
Ada banyak ring yang di dalamnya, ada beberapa orang yang saling beradu pukulan.
'Siapa sebenarnya Malka?'
"Bro! Lo gak salah tempat kan?" Tanya Samudra pada Alif.
"Gak, gue yakin tempat ini yang di kirim Malka. Tadi pakai gprs, gak mungkin sampai salah."
"Terus ini tempat apaan? Malka nya juga gak ada, lo pengen kita jadi babak-belur di sini?" Tanya Samudra beruntun, dia sudah cukup kaget hari ini.
Dari mulai mengawasi seseorang yang ternyata berbahaya. Sampai dengan memasuki tempat yang berbahaya, seperti sekarang.
"Gue udah chat Malka, katanya kita tunggu aja di sini. Sebentar lagi, dia temui kita." Jelas Alif pada Samudra.