ARGUMEN DARAH
---------
“Sudah bangun, Nona?”
Suara itu langsung membuat Jungha terpekik kaget. Dengan cepat, ia langsung membalikkan tubuhnya dan mendapati seorang lelaki tengah tersenyum miring. Sial!
“Kau?” Tangan Jungha terulur menunjuk sosok di hadapannya. “Kenapa kau bisa ada di sini?”
Mengernyit, sedetik kemudian lelaki itu terkekeh, membuat Jungha terpana sesaat. “Melihat sesuatu yang menarik?”
Jungha langsung membuang pandangannya kesal. Lalu kembali menoleh pada sosok di hadapannya. Tatapan mata lelaki itu kembali tajam. Dia menatap Jungha dalam, membuat gadis itu mengernyit bingung. “Ada apa?”
“Ini rumahku.” Ucapan lelaki tadi membuat Jungha mengernyit.
Apa?
Rumahnya?
“Ohh.” Jungha ber'oh' ria sambil menganggukkan kepalanya paham. “Jadi dua orang yang menculikku tadi adalah utusanmu?”
“Hm,” deham lelaki itu yang langsung membuat Jungha membelalakkan matanya.
“Apa yang kau inginkan, huh?”
“Bukankah kemarin sudah ku katakan?”
Jungha mengernyit, mencoba untuk berpikir. Ah, kenapa tidak langsung dia katakan saja, sih. Kenapa harus membuat Jungha berpikir keras pada hal yang tidak penting?
‘Jadilah teman tidurku.’
Kalimat itu meluncur begitu saja di kepala Jungha. Membelalakkan mata, gadis itu melangkah mundur, berniat menjaga jarak sama lelaki itu. Gila, vampir di hadapannya memang sudah tidak waras. Dasar vampir mesum!
“Taeyong, kau sudah tak waras rupanya,” umpat Jungha yang tak direspon lelaki di hadapannya.
Jungha menatap Taeyong horor, ditambah suasana rumah Taeyong yang begitu sepi, hanya menyisakan dirinya dan lelaki itu. Taeyong menarik kasar pinggang ramping Jungha, membuat gadis itu terhuyung ke arahnya. Lelaki itu tersenyum miring saat merasakan Jungha yang mulai panik. Digerakan tangannya untuk menyentuh wajah Jungha yang mengeras.
Jari telunjuk Taeyong memegang bibir Jungha yang kering. Gadis itu hanya diam, bingung, entah apa yang harus dia lakukan. Jungha menengadahkan kepalanya, menatap Taeyong yang tengah tersenyum evil ke arahnya.
Sesak, gadis itu sulit untuk bernapas. Demi Tuhan, ingin sekali dirinya melempar lelaki ini ke segitiga bermuda supaya di makan dajjal di sana. Ayolah, apa pun akan dia lakukan supaya lelaki di hadapannya tak bisa lagi menampakkan diri di hadapannya.
“Bae Jungha,” kata Taeyong. Suaranya begitu pelan hingga terdengar seperti bisikan. “Kau sangat beruntung. Kau tahu identitasku, dan kau selamat. Hm, tak tahu kalau hari ini.”
Jungha membelalakkan matanya mendengar ucapan Taeyong. Tubuhnya melemas, tenaganya hilang entah ke mana. Apa ini akhir dari hidupnya? Apa memang sudah takdirnya mati di tangan lelaki itu? Apa memang lelaki di hadapannya kini yang menjadi malaikat mautnya? Ah, Jungha ingin sekali menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] MR. VAMPIRE
VampireCOMPLETED : Underworld Series I Lee Taeyong. Lelaki pendiam dengan sorot mata tajam mematikan. Lelaki yang sekalinya berbicara menyakitkan, namun sayangnya dia berwajah tampan. Bibir dan tubuh tegapnya yang terlihat pucat, entah mengapa begitu mengg...
![[END] MR. VAMPIRE](https://img.wattpad.com/cover/118105528-64-k648439.jpg)