Waktu masih menunjukan pukul 06:00 pagi, Tetapi Luna sudah siap untuk berangkat sekolah. Lengkap dengan seragam putih abu-abu dan Rambutnya Ia kepang satu kebelakang.
Saat Luna sudah Di Ruang Makan, Ia hanya melihat Valdo yang sedang memakan Brownis cokelat pemberian Renata.
"Kak Vano kemana ? Belom bangun?" Tanya Luna sambil mengambil Brownis yang sudah Valdo iris.
"Nggak tau. Dari semalem belum pulang, Udah nggak usah Di pikirin. Nanti juga dia pulang sendiri" Valdo mengelus puncak kepala Luna, Berusaha memberikan Luna ketenangan.
Luna pun hanya mengangguk. "Papa sama Mama pulang kapan ?"
"Kemarin Mama telfon, Mama bilang habis dari bali mau langsung pergi ke Rusia sama Papa. Kata nya sih, Perusahaan Papa buka cabang baru Disana." Ujar Valdo.
"Oh. Berapa lama ?" Tanya Luna
"Nggak tau. Mungkin satu bulan atau dua bulanan lah"
"Ck, Gue berangkat." Luna langsung pergi meninggalkan Valdo.
Melihat itu Valdo hanya menghela napas panjang. Ia pun segera Bersiap diri menuju Kampus.
.
.
Ketika membuka pintu pagar, Luna melihat Renata sedang menyirami Tanaman Di halaman Rumahnya. Luna pun menghampiri Renata untuk sekedar mengucapkan Selamat pagi.
"Hai Tan, Rajin banget pagi-pagi udah nyiramin Tanaman" Ucap Luna yang masih Di luar pagar rumah Renata.
"Eh Luna, Masuk sini" Renata membuka Pagar Rumahnya mempersilahkan Luna untuk Masuk.
"Nggak usah Tan, Lagian Luna mau berangkat sekolah"
"Dianter atau bawa Mobil sendiri ?" Tanya Renata.
"Naik bus Di halte depan Tante, Kalo gitu Luna berangkat dulu ya Tan"
"Bareng sama Elden aja. Lagian kan Kalian satu sekolah"
Bareng sama Es Balok ?! Yang ada bisa Hipertensi gue sampe sekolah.
Batin Luna
"Nggak usah Tante, Luna bisa sendiri kok" Tolak Luna.
"Nggak baik loh Luna anak cewek sering-sering naik kendaraan umum. Udah mau yaa bareng sama Elden." Bujuk Renata.
Kalo bukan karna nyokapnya, Gue sih ogah. Batin Luna
"Ehm, Yaudah Tante Luna Mau kok." Luna tersenyum Kecil pada Renata.
"Bentar ya Tante panggil Elden dulu" Renata masuk Ke dalam untuk Memanggil Elden.
Di dalam Rumah, Renata langsung menuju kamar Elden yang berada Di lantai dua. Ketika sampai Di depan kamar Elden, Renata pun Mengetuk pintu kamar putra nya.
Tok tok tok
"Masuk Mah" Sahut Elden dari dalam Kamar.
Renata langsung membuka pintu kamar Elden. Terlihat Elden sedang memasuki beberapa buku Ke dalam tas sekolahnya.
"Elden, Roti sama susu nya udah dimakan belum?" Tanya Renata.
"Udah."
"Elden berangkat bareng Lun--"
"Nggak mau" Potong Elden.
"Kasian sayang, Masa kamu tega liat Luna berangkat naik Bus" Renata Terus membujuk Elden.
Elden mengambil Jaket hitam nya dan langsung memakai nya. Ia tidak mengatakan sepatah kata pun pada Renata.
"Elden kamu masih punya hati kan ?" Tanya Renata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saudade
Novela JuvenilKisah ini tentang Luna. Gadis cuek dan kurang peka ini diam-diam menyimpan Banyak Luka. Mata sehitam Batu obsidian itu kerap Memancarkan Duka. Namun Ia punya seribu topeng untuk dikenakan. Senyumnya adalah Rahasia Terbesar. Dan tangisnya adalah Kebe...
