Elden mengerutkan alisnya bingung. Saat tiba di kelas, Ia tidak melihat Luna disamping Aileen.
"Luna belum dateng?" Tanya Elden.
Aileen menggeleng lesu, membuat Elden tambah bingung berkali-kali lipat.
"Bukannya lo bareng sama Dia?"
"Gue juga bingung, waktu gue nunggu di halte rumah gue Luna chat gue, Katanya Dia udah masuk kedalam Bus. Luna juga kasih tau Plat nomer Bus nya biar gue langsung tau kalo itu Bus yang Luna pake juga. Tapi Bus itu nggak sampai-sampai juga El. Kalaupun Bus nya kebablasan pasti Luna udah sampai, Tapi sekarang Luna belum sampai juga El." Jelas Aileen.
Elden merasa ada yang tidak beres, Firasatnya mulai tidak enak. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Luna?
Hingga seseorang mengebrak pintu kelas Elden dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya.
Melvin langsung menghampiri Elden, napasnya memburu, wajahnya pucat pasi, "El Luna disandera orang."
Bagai ribuan ton besi menimpa hatinya, Lagi-lagi Elden gagal melindungi seseorang yang berarti bagi dirinya.
Tapi apakah Luna berarti untuknya?
Ya, Sekarang Luna adalah dunianya yang baru. Luna adalah lanjutan dari ceritanya yang sempat terhenti.
"Lo serius?" Tanya Elden.
"Gue serius, Lo gausah banyak tanya dulu, Celin udah kirim lokasi mereka disandera."
"Celin juga?"
Melvin mengangguk, "Iya Dia satu Bus sama Luna, Lokasinya daerah cibubur, Gue juga bingung kenapa Busnya bisa sampai situ, Secara lokasi itu lumayan jauh kalau dari sini."
"Kalo gitu ayo cepet kita kesana!" Seru Aileen.
Elden menggeleng, "Jangan gegabah Leen, Kita gatau gimana kondisi disana. Kita kesana harus bisa selamatin mereka, jangan sampai ikut jadi korban."
"Oke, sekarang gimana rencana Lo?" Tanya Melvin.
"Kita bagi dua tim, Lo sama Aileen ke kantor polisi. Lo minta lebih dari sepuluh polisi buat ke tempat sanderaan itu."
"Terus Lo?" Tanya Aileen.
"Gue kesana duluan." Ucap Elden datar.
***
Elden memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Pikirannya kacau saat ini, Raut wajahnya pun sama sekali tidak bersahabat.
Dingin dan datar.
Hingga sudah memasuki wilayah yang dimaksud Melvin, Elden menengok ke kanan dan ke kiri, Semuanya hanya pepohonan yang menjulang tinggi keatas.
Sampai bola mata sebiru lautan itu melihat sebuah bus dan terdapat banyak orang dipinggiran jalan. Elden juga melihat Celin didalam barisan tersebut.
Elden mematikan motornya, Dituntun nya motor tersebut dan Ia sembunyikan dibalik semak-semak. Kembali Ia melihat kearah sekumpulan orang tersebut, Elden memincingkan matanya, Ada laki-laki yang membawa senapan api, Ia harus hati-hati jangan sampai tindakannya akan menimbulkan korban.
Elden berjalan mengendap-ngendap dibalik semak-semak untuk mencapai Kearah Celin.
Hingga pada akhirnya Elden telah sampai tepat dibelakang Celin.
"Pstt... Cel." Ucap Elden setengah berbisik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Saudade
Ficção AdolescenteKisah ini tentang Luna. Gadis cuek dan kurang peka ini diam-diam menyimpan Banyak Luka. Mata sehitam Batu obsidian itu kerap Memancarkan Duka. Namun Ia punya seribu topeng untuk dikenakan. Senyumnya adalah Rahasia Terbesar. Dan tangisnya adalah Kebe...
