9. Rencana

3.3K 175 11
                                        







Beruntungnya Luna saat Raya membicarakan Melvin dikelas, Celin dan Keisha sahabatnya belum datang. Jika Celin sudah datang saat itu, tamat sudah riwayatnya. Luna tidak ingin dirinya dikatakan sebagai perusak hubungan orang.

Dasar Rayap gocengan, batin Luna

Bel istirahat berbunyi, Sontak seisi kelas pun menjadi gaduh. Padahal masih ada guru didalam kelas.

"Ya sudah kita akhiri sampai disini. Ada yang ingin bertanya?" Tanya Bu Tanti selaku guru bahasa Indonesia.

"Gak ada Bu" Jawab murid serentak. Mereka ingin cepat cepat menuju kantin. Karna jika terlambat makanan akan habis oleh siswa siswa yang lain.

"Saya Bu" Teriak Eva

"Yaelah si Bego. Pake nanya segala lagi" Ucap Satya.

"Yeu terserah gue lah. Sok pinter Lo" Decak Eva.

Luna hanya tersenyum kecil melihat teman temannya itu. Menurut Luna ia cukup beruntung bisa mengenal mereka. Lewat mereka Luna bisa merasakan masa SMA yang indah.

"Heh kamu Satya! Emangnya udah pinter ? Pake ngelarang temen nya nanya" Ucap Bu Tanti.

"Insha Allah Bu saya mah pinter. Buktinya kalo saya bego saya nggak mungkin masuk kelas unggulan IPS" Kata Satya.

"Terserah kamu. Oh iya Eva kamu mau tanya apa tadi ?" Tanya Bu tanti

"Bu kalo teks eksplanasi itu harus berdasarkan fakta? Kalo hoax itu gimana bu?" Tanya Eva membuat seisi kelas tertawa.

"Benerkan Eva tuh kalo nanya nggak pernah berbobot haha" Ledek Satya.

"Sudah Sudah tertawanya. Perhatikan Eva, kalau kamu ingin menulis Teks Eksplanasi itu harus berdasarkan Fakta. Semisal, Kamu mau nulis tentang kejadian Tsunami pastikan kamu cari daerah yang pernah terkena Tsunami. Nggak mungkin kamu nulis nya itu daerah yang belum terkena Tsunami. Karna kamu nggak akan tahu dampak,Faktor,kerugian dari bencana tersebut. Paham?"

"Paham Bu" Jawab Murid serentak.

"Ya sudah silahkan istirahat" Ucap Bu Tanti seraya meninggalkan kelas.

"Luna Lo mau ke kantin duluan ?" Tanya Aileen.

"Kenapa emang?"

"Gue ada rapat Osis bentar. Lo mau nungguin gue atau duluan ?"

"Sebentar kan ? Gue tungguin aja"

"Oh oke tunggu ya" Ucap Aileen seraya meninggalkan kelas

Luna mengedarkan pandangan nya ke penjuru kelas. Hanya ada beberapa temannya saja. Luna tak melihat Celin. Mungkin Celin sudah ke kantin bersama Keisha.Celin sedikit berbeda hari ini, Biasa nya saat pelajaran berlangsung akan ada perdebatan karna beda pendapat antara Luna dan Celin. Tetapi tidak untuk hari ini. Celin sedikit Pendiam.

Selang beberapa menit Luna melihat Keisha berjalan menuju kearahnya.

"Luna ada yang pingin gue tanya" Ucap Keisha.

"Mau tanya apa ?"

"Sejak kapan Lo deket sama Melvin ?"

"Gatau Lupa, kenapa emangnya Sha ?"

"Lo nggak ada hubungan apa apa kan sama Melvin"

"Ya nggak ada lah" Jawab Luna.

"Jawaban Lo nggak meyakinkan" Ucap Keisha dengan Tatapan menyelidik.

"Denger ya Sha, semua yang Lo tanya udah gue jawab dan itu asli nggak gue buat buat"

"Gue cuma mau ngingetin Lo aja kalo Melvin itu punya Celin"

SaudadeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang