Chapter 3

17.1K 1.8K 182
                                        


#3


Setelah melihat hal yang di tunjukkan oleh polisi tersebut, pak Bagas merasa kebingungan.

"Apa ini? Sebuah pesan?"
Tanya pak Bagas keheranan.

"Kalau ini adalah sebuah pesan, kenapa hanya 2 huruf?" Tanya Lisa yang juga merasa bingung.

Fano yang sejak tadi menatap serius tulisan tersebut, mulai bertanya kepada Lisa.

"Apakah si Yuli dan Fira ini pernah mengikuti suatu kegiatan di kampus ini?" Tanya Fano kepada Lisa.

"Hmm.. yang aku dengar sih, mereka berdua itu anggota klub musik." Jawab Lisa sambil berusaha mengingatnya.

"Dimana ruangan klub musik?"

"Tempatnya ada di lantai 3, kau harus naik lewat tangga ini untuk sampai kesana, ruangannya ada di sebelah kanan."

"Kapan waktu kegiatan klub itu?"

"Kalau tidak salah sih, kemarin dan hari ini."

"Jam berapa dimulai dan berakhirnya klub itu?"

"Kenapa kau bertanya sedetail itu?" Tanya Lisa yang keheranan dengan pertanyaan Fano yang bertubi-tubi itu.

"Sudah jawab saja."

"Hmm.. kalau tidak salah kegiatan klub musik itu hanya satu jam dari pukul 9:00."

"Apa kau tahu siapa nama pelatih dan dosen pembimbingnya?"

"Yang ku tahu sih, yang jadi dosen pembimbingnya adalah pak Haris dan pelatihnya kalau tidak salah.... namanya ibu Fatimah." Jelas Lisa yang berusaha mengingatnya.

"Hey Fano, beritahu aku kenapa kau menanyakan hal itu?"

Tetapi Fano tidak memperdulikan pertanyaan Lisa tersebut. Fano mulai berdiri dan mengambil sesuatu dari kantongnya.

Itukan permen yang tadi.

Fano pun membuka bungkusnya dan mulai memakan permen itu. Lalu ia memejamkan matanya dengan perlahan, ekspresi wajahnya begitu tenang dan sangat serius seperti orang yang sedang melakukan meditasi.

"Sepertinya dia berhasil menemukan semua petunjuknya." ucap pak Bagas sambil menatap Fano yang sedang berdiri diam tanpa bergerak sedikitpun.

"Apa yang sedang ia lakukan?"

"Ini adalah cara uniknya untuk memecahkan suatu kasus, dia berkonsentrasi penuh menyusun setiap petunjuk yang ada untuk menciptakan suatu kesimpulan."

Mendengar penjelasan pak Bagas, membuat Lisa makin yakin kalau laki-laki itu memang benar-benar aneh. Tapi di balik itu semua, aura keseriusan Fano yang terasa seperti mengisi seluruh tempat kejadian saat itu, membuat Lisa sedikit terkagum melihatnya.

"Sepertinya bapak sangat akrab dengan Fano ya." Ucap Lisa yang matanya masih terfokus kearah Fano.

"Kelihatan jelas ya?" Ucap pak Bagas sambil tertawa.
"Fano itu adalah anak dari temanku, dia sering membantuku memecahkan kasus-kasus kriminal."

"Tetapi, pernah terjadi suatu tragedi saat dia masih kecil." Lanjutnya dengan nada serius.

"Tragedi?" Tanya Lisa bingung.

Sebelum Lisa mendapatkan jawaban dari pertanyaannya barusan, Fano pun terlepas dari keseriusannya lalu mulai berbicara kepada pak Bagas.

"Pak Bagas, bisa tolong panggil bu Fatimah kesini?"

Pak Bagas mengerutkan dahinya dan menganggukan kepalanya setelah memahami apa yang Fano katakan, Dan segera pergi.

Kenapa mereka memanggil bu Fatimah kesini? Apa mereka ingin memintai keterangan tentang kejadian ini kepada nya?
-
-

DETECTiVE LOLiPOP : Unlock MysteryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang