#9
Keesokan harinya pak Bagas langsung pergi ke apartemen Fano. Setelah berbicara dengan resepsionis, ia memasuki lift lalu menekan tombol 4.
"Sepertinya aku datang terlalu pagi."
Pasti jam segini dia masih tidur. Pikir pak Bagas sambil melirik jam tangannya.
Setelah pintu lift terbuka, terlihat sosok Fano dengan wajah ngantuk.
"Ayo kita pergi sekarang." Ucap Fano.
-
-
-----------------------
"Lisa dan Fitri tidak ikut?." Tanya pak Bagas saat mereka berdua sudah menaiki mobil.
"Membawa mereka berdua itu merepotkan." Ucap Fano sambil mengusap-ngusap matanya seperti seekor kucing.
"Oh iya ngomong-ngomong bagaimana soal petunjuk yang Brian temukan itu?." Tanya Fano.
"Benar-benar tidak bagus.. Brian tak memberi tahukan petunjuk apapun kepada atasanku tentang video yang di bicarakan oleh adiknya Angga waktu itu."
"Begitu ya, keras kepala juga dia itu." Fano menyandarkan kepalanya ke jendela mobil.
"Yang kuketahui hanyalah tentang jari yang di temukan oleh Brian di gedung lama itu." Ucap pak Bagas.
"Apa jari itu milik Angga juga?."
"Tidak, itu bukan jari milik Angga." Pak Bagas melemparkan berkas dokumen ke dasbor mobil.
Fano pun mengambil berkas itu lalu membacanya.
"Jari itu milik seorang lelaki paruh baya yang bekerja sebagai sales spreading." Lanjut pak Bagas menjelaskan.
Pak Bagas menjelaskan panjang lebar tentang identitas korban serta petunjuk-pentunjuk yang ia ketahui. Namun, Fano hanya terdiam tanpa mengubah ekspresinya sedikitpun.
Pak Bagas yang sudah mengenal Fano sejak lama, sangat tahu pasti kalau Fano adalah tipe orang yang tidak banyak bicara jika dirinya sedang serius.
"Jadi, apa kita perlu menyelidiki si pemilik jari itu?." Tanya pak Bagas untuk mengakhiri penjelasannya.
"Tidak perlu."
Fano melemparkan kembali berkas dokumen yang di pegangnya itu ke dasbor.
"Kita pergi kerumah pemilik cincin itu sekarang."
"Oh iya, ngomong-ngomong soal itu. Katanya dari penyelidikan Brian kemarin, dia mengetahui ciri-ciri mobil pelaku yang menabrak Nadira."
"Benarkah?."
"Iya, dia bilang kalau mobil si pelaku berwarna hijau tua dan ada bekas penyok di bagian depan kirinya."
"Hm.. begitu ya. Kalau begitu kita memiliki keuntungan lebih di kasus ini, karena kemungkinan besar cincin itu bisa mengantarkan kita ke tempat si pemilik mobil penyok itu."
"Benar juga katamu, kalau begitu kita ke sana sekarang juga." Ucap pak Bagas antusias lalu menyalakan mesin mobilnya.
-
-
-
--------------------
Tak lama kemudian akhirnya mereka berdua sampai kerumah si pemilik cincin itu. Terlihat angka 17 yang terukir tepat di samping kotak suratnya.
Pak Bagas berjalan terlebih dahulu ke arah pintu depan rumah berwarna putih itu, dan langsung segera menekan bel nya.
Ting! Tong!
"..................."
"Hm.. apa mereka tidak ada dirumah ya?."
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mystery / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
