#2
Pak Bagas yang telah kembali ke kantornya mencoba menyelidiki kembali kasus pembunuhan yang terjadi pagi ini, walau sebenarnya ia kebingungan karena tidak banyak petunjuk yang ia dapat di TKP.
Akhirnya ia memilih untuk membaca terlebih dahulu berkas-berkas tentang korban pembunuhan yang di temukan di parkiran apartemen pagi tadi.
"Algi Ardhana... Umur 28 tahun... Seorang pengangguran..." Pak Bagas mencoba menelaah data tentang mayat korban.
"Mati akibat dadanya tertusuk benda tajam.. alat pembunuhannya tidak ada di TKP.. motif pembunuhnya masih belum di ketahui."
"Ck!." Sia-sia saja kalau seperti ini!. Keluh pak Bagas.
Saat pak Bagas melihat ponsel yang di temukan di kantung celana korban tadi, seketika ia memiliki ide untuk mencoba mencari petunjuk lainnya.
"Mari kita lihat dengan siapa ia terakhir kali menelfon." Ucap pak Bagas yang segera melihat daftar panggilan di ponsel tersebut.
Firman : 0812********
Dia terakhir kali menelfon dengan orang ini, aku akan mencoba menelfonnya.. kuharap aku bisa mendapatkan petunjuk.
Lalu pak Bagas menekan tombol telepon dan segera menaruh ponsel tersebut ke telinganya.
<Tut..>
<Tut..>
"Ini dia.."
<Maaf.. Sisa pulsa anda tidak mencukupi..>
-
-
"Sialan!!! Gembel banget sih orang ini, pulsa saja tidak punya!!."
Hrrg..
Akhirnya pak Bagas memakai telepon di meja kantornya untuk menelfon nomer tersebut.
<Tut..>
<Halo..>
Telepon pun langsung tersambung dan terdengar suara dari ujung telepon.
"Saya dari kantor kepolisian, apa benar saya berbicara dengan Firman?"
<He?! Kantor polisi? Apa saya ada masalah pak?.>
Walau hanya samar-samar, pak Bagas menyadari kalau lawan bicaranya agak sedikit panik. Tapi pak Bagas memakluminya karena tiba-tiba saja seseorang yang tidak tau apa-apa di telfon oleh polisi, ia pasti terkejut.
"Tenang saja pak Firman, anda tidak ada masalah apapun.. akan tetapi baru saja kami menemukan Algi Ardhana tewas tadi pagi."
<Apa?!! Algi tewas?!.>
"Saya menelfon anda untuk memberitahu hal itu, lebih baik mari kita bertemu dan bicarakan hal ini."
<Baik!! Baik pak!!.>
"Baiklah, mari kita bertemu di kafe dekat stasiun."
Pak Bagas menutup teleponnya dan segera mengambil berkas-berkas yang ada di meja, lalu pergi keluar ruangan.
-
-
-
---------------------
Sudah 1 jam berlalu semenjak Lisa dan Fitri menempelkan lembaran promosi klub mereka ke mading-mading kampus. Sedangkan Fano hanya bersantai menikmati permennya di sofa.
"Hmm.. kok belum ada yang datang ya?." Keluh Fitri.
"Tentu saja, mana ada orang yang mau menyia-nyiakan waktunya untuk datang kesini." .... kecuali kau!.
"Pasti ada kok orang yang datang... Dan dia akan menceritakan kisah misteri seram seperti hantu di toilet sekolahnya dulu atau hantu penunggu yang ada di rumahnya yang selalu menjahili mereka tiap malam... Hihihihi." Ucap Fitri dengan nada seram.
"Oh iya ngomong-ngomong aku juga punya cerita seram dari internet....."
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mystery / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
