Chapter 19

11.1K 1.2K 12
                                        


#5


Pak Bagas memutar kunci mobilnya dan segera menginjak gas setelah menyulutkan sebatang rokok di mulutnya, karena penyelidikannya dengan mantan kekasih korban tidak membuahkan hasil. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah orang yang paling menyebalkan sedunia untuk meminta bantuannya.

Tok! Tok!

Tak lama setelah ia mengetuk pintu apartemennya, terlihat sosok Fano di balik pintu dengan wajah ngantuk.

"Maaf mengganggu." Ucap pak Bagas.

"Kalau pak Bagas tau kedatangan bapak itu mengganggu, kenapa tidak pulang saja."

"Berisik!! kau itu berhutang padaku tau!!." Bentak pak Bagas.

Tetapi Fano hanya menguap ngantuk seakan tidak memperdulikan bentakan pak Bagas dan mengajak pak Bagas masuk ke dalam apartemennya.

"Yasudah, ayo masuk."
-
-

"Jadi bapak mau memberiku masalah apa lagi?." Tanya Fano santai.

Cih! Memangnya aku pembawa masalah apa?!.

Lalu pak Bagas melempar berkas dokumen yang ia bawa ke atas meja..

"Aku menemukan sebuah mayat yang diduga korban pembunuhan, tetapi penyelidikanku mengalami masalah."

"Maksudnya bapak mengalami kebuntuan?." Ejek Fano sambil membuka isi dokumen tersebut.

"Ck."
Pak Bagas hanya mendecak kesal mendengar ejekan Fano tersebut tetapi dia memilih untuk menghiraukannya lalu menceritakan semua penyelidikannya selama ini.

Mulai dari pertemuannya dengan Firman yaitu teman korban, serta penyelidikannya saat di rumah mantan kekasih korban. Fano hanya diam seribu bahasa mendengar perkataan pak Bagas, tetapi pak Bagas mengetahui kalau Fano benar-benar mendengarkan penjelasannya dengan serius.

"Disini tertulis kalau korban yang bernama Algi tewas karena tertusuk benda tajam di bagian dadanya ya?." Tanya Fano setelah pak Bagas selesai menjelaskan.

"Iya, tim forensik menduga kalau alat pembunuhannya menggunakan pisau."

Seketika Fano mengerutkan dahinya setelah mendengar penjelasan pak Bagas barusan.. dan segera kembali melihat dokumen yang di pegangnya.

Tok! Tok!

Tiba-tiba terdengar ketukan dari arah pintu depan yang membuat keseriusan mereka terhenti.

"Hari ini banyak sekali pengganggu yang datang." Keluh Fano lalu beranjak dari sofa dan pergi ke arah pintu depan.

Saat Fano membuka pintunya, terlihat sosok Lisa yang mengenakan kaos pinknya sambil menatap Fano dengan wajah resah.
Ia terlihat kebingungan.

 Ia terlihat kebingungan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock MysteryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang