#2
Pak Bagas langsung berjalan menuju ke tempat parkir setelah diberikan perintah oleh atasannya itu untuk menyelidiki kasus kematian siswi smp yang di temukan di terowongan saluran air bawah tanah.
Akan tetapi dibalik itu, polisi malah menemukan potongan jari dari milik seseorang yang dilaporkan menghilang 2 hari lalu.
Kasus dibalik sebuah kasus ya.
Kadang ia selalu berfikir, kenapa kasus yang tanganinya semakin lama semakin aneh, dan selalu membuatnya kerepotan.
Dan yang paling membuatnya kesal adalah, apabila ia tidak menemukan sebuah petunjuk. Mau tidak mau ia harus pergi menemui orang yang paling menyebalkan itu.
"Hoi! Bagas!."
Seketika pak Bagas membalik badannya setelah mendengar panggilan itu. terlihat sosok Brian yang sedang berdiri dengan wajah kesalnya.
"Kenapa?! Kau mau numpang di mobilku?." Tanya pak Bagas dengan nada mengejek.
Tetapi Brian tidak memperdulikan ejekan pak Bagas tersebut.
"Kau tidak perlu ikut campur! Cukup aku saja yang mengerjakan kasus ini!."
"Huh! Aku juga tidak suka mengerjakan kasus orang, apalagi kasusmu. Benar-benar merepotkan. Tapi asal kau tau saja Brian, kasus pembunuhan itu bukanlah kasus yang main-main."
"Akan ada banyak orang yang tersakiti, dan kasus ini sangat membahayakan nyawa siapapun jika salah langkah. Aku melakukan ini karena tugasku sebagai seorang polisi." Jelas pak Bagas.
Ucapannya itu membuatnya teringat kembali dengan kasus-kasus yang ia tangani selama ini, sehingga ia benar-benar mengerti akan hal itu.
Banyak orang yang tersakiti, banyak orang tidak bersalah yang menjadi korban dari kasus pembunuhan. Seperti kasus kemarin, kalau saja ia bisa cepat menemukan pembunuhnya pasti Firman tidak akan tewas. Dan lagi.. kalau telat sedikit saja, Monic pasti sudah menjadi korban dari api balas dendam temannya itu.
"Lagi pula, kita tidak boleh melanggar perintah yang di berikan oleh atasan kan?." Lanjutnya sambil berjalan ke arah mobil jeep hitamnya.
Brian tidak bisa membalas semua perkataan pak Bagas tersebut.
"Cih! Akulah yang akan menyelesaikan kasus ini, Ingatlah itu!."
"Yah, terserah kau saja. Asal jangan sampai aku menemukan jasadmu dan membuatku kerepotan dengan bertambahnya satu kasus lagi."
Setelah berbicara seperti itu, pak Bagas menjalankan mobilnya lalu segera pergi.
-
-
-
***********
"Aku baru tau kalau kau bisa membuat kue." Ucap Fano sambil memakan kue yang disuguhkan Lisa.
"Aku baru pertama kali buat kok, lagi pula Mina yang mengajariku membuatnya."
"Kau jadi akrab dengannya ya?."
"Iya, dia orangnya baik sih."
Walau sebenarnya aku bisa berteman dengan Mina, karena adanya klub ini dan kasus yang selalu datang sih.
Huft..
Tapi ngomong-ngomong, ruang klub ini semakin banyak barang-barang ya. Keluh Lisa dalam hati.
"Fitri, kau mau kue tidak?! Nanti keburu habis sama Fano."
"Dia sedang sibuk dengan komputernya." Ucap Fano dengan mulut yang penuh kue.
"Ya ampun, dia itu membuat ruang klub semakin penuh saja sih."
"Komputer itu sangat penting untuk klub kita." Ucap Fitri yang matanya masih terpaku ke layar monitor.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Misteri / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
