#5
Pak Bagas yang memutar kunci mobilnya seraya mendecak kesal karena permintaan Fano yang semakin merepotkan, akhirnya mulai menginjak gas menuju ke tempat yang menjadi tujuan mereka.
"Hoi Fano, apa menurutmu kita memang harus pergi kesana ya? Lagi pula ini kasus sudah di tutup 2 tahun yang lalu."
"Entahlah.. sebenarnya ini hanya untuk mengisi waktuku saja sih." Ucap Fano santai sambil bersandar ke jendela.
"Cih, kalau begitu bersenang saja sendiri, tidak perlu membuatku kerepotan segala." Keluh pak Bagas.
"Hoo.. pak Bagas lupa ya kalau bapak itu selalu merepotkanku dengan kasus yang tidak pernah terselesaikan?."
Cih.. sialan, bocah ini selalu saja membuatku kesal.
Tetapi apa yang dikatakan Fano benar, bahwa setiap kasus yang tidak bisa ditanganinya.. ia selalu mendatangi Fano. Jika di hitung berapa kasus yang telah Fano selesaikan, mungkin lebih banyak dari jumlah jari di kedua tangannya.
"Lagi pula.. lebih baik jika kita semua bisa saling membantu satu sama lain kan?." Ucap Fano.
"Iya tuh pak Bagas, tuan detektif kan juga sering membantu bapak."
"Iya, iya.. aku mengerti." Jawab pak Bagas dengan nada kesal.
Lisa yang duduk di kursi belakang hanya bisa tersenyum mendengar percakapan mereka bertiga..
Kalau dipikir-pikir kebersamaan seperti ini.. ternyata menyenangkan juga. Pikir Lisa.
Bagi Lisa berkumpul dengan teman adalah sesuatu yang sangat jarang dilakukannya, karena Lisa sadar akan dirinya yang sering ceroboh dalam suatu hal, ia takut kecerobohannya berdampak pada orang yang berada di dekatnya. Akan tetapi sosok laki-laki yang di kenalnya saat ini telah membuat hidupnya menjadi semakin berubah.
Yah.. walaupun laki-laki itu cukup menyebalkan sih.
-
-
------------------
Akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan mereka, butuh waktu cukup lama untuk sampai kesana karena jaraknya lumayan jauh dan jalannya cukup curam.
"Jadi ini hutannya ya? Aku bingung harus memulai dari mana.." Ucap Fano.
"Apa kau berubah fikiran?." Tanya pak Bagas.
"Tidak, aku akan pergi kesana untuk menyelidikinya."
"Baiklah, kalau begitu aku tunggu disini saja."
"Bapak tidak mau ikut?."
"Aku sudah bukan anak kecil lagi untuk bermain mencari harta karun."
"Baiklah kalau itu mau bapak."
Fano pun segera keluar dari mobil dan mulai melangkahkan kakinya.
"Fano tunggu aku!." Ucap Lisa.
"Aku juga tuan detektif!"
"Hoi Fano.. bawa ini!."
Pak Bagas melemparkan sebuah senter ke arah Fano.
"Jangan sampai tersesat ya! Merepotkan jika aku harus mencarimu." Lanjutnya.
Fano hanya tersenyum kecut lalu melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam hutan.
-
-
-
Sreek.. sreek..
Suasana hutan yang sunyi saat itu membuat suara langkah kaki mereka saat menginjak ranting dan semak-semak terdengar nyaring.
Cahaya matahari pun semakin redup karena waktu sudah berganti menjadi sore hari, begitu pula pohon-pohon tinggi yang menjulang, membuat hutan menjadi semakin gelap.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mystery / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
