File 1 : kasus di pertemuan pertama
#1
Lisa Ayulistia, seorang wanita yang memiliki rambut sebahu berwarna kecoklatan, mengawali paginya dengan tergesa-gesa setelah melihat jarum jam nya yang menunjukkan pukul 07:45 pagi.
"Gawat! Aku kesiangan!"
Setelah selesai membasuh wajah dan merapihkan rambutnya dengan terburu-buru, akhirnya ia segera bergegas pergi menuju kampusnya. Namun, ditengah perjalanan dia teringat bahwa ia belum mengunci pintu apartemennya.
Ah masabodoh lah, aku sudah terlambat. pikirnya sambil setengah berlari.
Untuk seorang yang ceroboh seperti dirinya hal seperti itu sudah biasa baginya.
Akhirnya ia berhasil sampai di depan kampus. Lisa berhasil memasuki kampus tepat waktu dengan nafas yang terengah-engah seperti orang yang baru saja lolos dari kejaran harimau. Setelah itu ia memasuki ruangan kelasnya yang sudah banyak terisi oleh mahasiswa lain tersebut.
"Syukurlah, kali ini aku tidak ketinggalan kelas." ucap Lisa menghela nafas setelah dirinya mengetahui kalau kelas belum dimulai.
Lalu ia segera pergi duduk dikursinya sambil meluruskan kakinya.
"Jangan bilang kalau kau lupa memasang alarm mu lagi?"
suara tersebut terdengar dari arah belakangnya.
Itu adalah suara yang tak asing baginya, Rina Via Ningsih yang juga merupakan salah satu mahasiswi fakultas kedokteran yang memiliki rambut berwarna hitam panjang seperti artis iklan sampo. Rina menatap Lisa dengan ekspresi seperti sudah mengetahui jawaban dari pertanyaan yang ia lontarkan barusan.
"Bahkan tadipun aku lupa mengunci pintu rumahku." Ucap Lisa sambil menghela nafas beratnya.
"Ya ampun kau ini! Apa kau yakin ingin jadi dokter? mungkin saja pasienmu nanti sekarat duluan akibat kecerobohanmu." Ejek Rina.
Mendengar perkataan Rina tersebut, mereka berdua tertawa hingga akhirnya tertawaan mereka seketika terhenti setelah menyadari kedatangan pak Diki, yaitu dosen mereka yang kedatangannya menandakan bahwa kelas akan segera dimulai.
Tapi dibalik itu, terlihat sosok seorang laki-laki berambut hitam gelap dan kulit putih serta matanya yang berwarna kecoklatan berjalan mengikuti pak Diki masuk ke dalam kelas.
Ternyata bukan hanya aku yang terlambat.
Tapi siapa ya laki-laki itu? Aku tidak pernah melihat wajahnya. Pikirnya.
Rina yang sejak tadi fokus menatap ke arah laki-laki itu, mulai berbicara pelan ke arah telinga Lisa.
"Hey, Laki-laki itu keren sekali ya?" Ucap Rina dengan nada kagum.
Memang benar, walau penampilannya terlihat simple yang hanya mengenakan kaos polos yang dibalut dengan jaketnya serta menggunakan celana jeans panjang berwarna biru dongker, pakaian itu membuatnya terlihat sangat cocok dengan penampilannya. Ia terlihat seperti laki-laki yang tenang dan bebas. Pikir Lisa
"Baiklah, silahkan duduk."
Ucap pak Diki sambil mempersilahkan duduk kepada laki-laki itu.
Sepertinya dia mahasiswa baru disini.
Lelaki itu pun segera berjalan ke kursi kosong yang ada di sebelah Lisa.
Seketika mata lelaki itu menatap ke arah Lisa yang kebetulan ada di jarak pandangnya, akan tetapi Lisa mencoba menghindari tatapan matanya dan menatap ke arah lain.
Bukannya aku cuek sih, tapi ditatap oleh orang yang belum ku kenal itu rasanya sedikit memalukan.
Tiba-tiba Lisa melihat sesuatu terjatuh ke lantai.
Hm? permen lolipop?
"Hey.. hmm.. kau menjatuhkan sesuatu" Ucap Lisa sambil menunjuk ke arah permen tersebut.
"Oh." Lelaki itupun segera mengambil permen itu dari lantai.
"Terima kasih ya. Permen ini sangat penting bagiku." Ucapnya sambil menatap permen itu
Hah? Sangat penting? Itukan hanya permen lolipop yang bahkan banyak di jual di toko. Pikir Lisa setelah mendengar ucapan lelaki itu.
"Baiklah, kumpulkan tugas yang bapak berikan di pertemuan sebelumnya!" Ucap pak Diki yang menandakan bahwa kelas sudah dimulai.
-
-
************
Jam menunjukkan pukul 10:00. Kelaspun telah usai, dengan cepat Lisa segera merapihkan buku dan alat tulisnya.
"Rin, aku duluan ya." Ucap Lisa sambil merangkul tasnya.
"Hati-hati di jalan, Lis." Teriak Rina
Lisa pun langsung berlari keluar kelas dan melewati kerumunan mahasiswa yang lalu lalang di tengah koridor, sambil memikirkan pintu apartemennya yang belum terkunci akibat kecerobohannya tadi pagi.
"Kuharap tak ada siapapun yang masuk ke apartemenku, terutama si Monic ngeselin itu." gumamnya sambil mengingat bahwa monic sering memakai barang-barang miliknya tanpa ijin.
Monic adalah seorang wanita yang memiliki rambut kepirangan dan tubuh seksi serta berpenampilan modis. wanita yang tinggal di sebelah apartemen Lisa itu terkadang sering pulang larut malam. mungkin ia bekerja di bar atau semacamnya. Pikir Lisa.
"Hey, Lisa!" Teriak seseorang memanggil namanya.
Lisa sontak menghentikan langkahnya setelah mendengar panggilan itu, dan mulai mencari asal suara tersebut. Lalu, terlihat sosok seorang laki-laki yang belum lama ini baru saja bertemu dengannya. Ya, dia adalah mahasiswa baru yang berada di kelas yang sama dengannya tadi.
Lelaki itu terlihat datang menghampirinya sambil melambaikan tangan untuk menandakan bahwa ia lah yang berteriak memanggil namanya barusan.
"Ada apa?" Tanya Lisa dengan nada yang terburu-buru.
"Bisa tolong mengantarku keliling kampus sebentar?."
"Aduh maaf ya, aku sedang buru-buru. Minta tolong sama orang lain saja ya?" Jawab Lisa menolak ajakan lelaki tersebut.
"Tidak ada orang yang ku kenal disini, aku masih belum terbiasa."
"Memangnya kau mengenalku?"
"Tidak sih.. tapi kau orang yang pertama kali berbicara denganku saat di kelas tadi."
"Dengar ya, saat ini aku sedang terburu-buru karena pintu apartemenku lupa kukunci tadi pagi." Ucap Lisa yang sudah malas meladeninya.
"Jadi pintu apartemenmu tidak terkunci karna kecerobohanmu sendiri ya?"
Perkataan lelaki itu, membuat Lisa merasa kesal, akan tetapi yang lebih membuatnya kesal adalah apa yang di katakan lelaki itu benar bahwa semua itu terjadi karena kecerobohnya.
"Apa kau berfikir bahwa pencuri hanya mencari pintu yang tidak terkunci?"
"Jika memang benar seperti itu, pasti si pencuri harus memeriksa setiap pintu di gedung apartemenmu kan?"
Ucap lelaki itu dengan nada santai.
"Lagi pula sangat jarang terjadi pencurian di apartemen." Lanjutnya
Bisa saja sih terjadi pencurian di apartemen, jika pelakunya adalah tetangga sendiri. Tetapi jika kulanjutkan berdebat dengan orang ini pasti tidak akan ada habisnya. Pikir Lisa.
"Ayolah, sebentar saja.. Lagi pula lihatlah, sudah mulai hujan." bujuk lelaki itu.
Saat Lisa melihat kearah luar, ternyata hujan sudah mulai turun.
"Baiklah, akan kutemani kau sebentar.. puas?!" Ucap Lisa dengan nada kesal bercampur pasrah.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mistério / Suspense[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
