#3
Pak Bagas sudah sampai terlebih dahulu di tempat pertemuannya yaitu kafe yang terletak di dekat stasiun.
Sambil menunggu datangnya seseorang yang akan ia temui, yaitu Firman. Ia mengambil rokok dari kantungnya, tetapi ia mengurungkan niatnya itu setelah melihat tanda di larang merokok yang terpampang di dinding kafe tersebut.
"Cih!."
Akhirnya ia memilih untuk memesan kopi hitam kepada seorang pelayan yang memakai seragam kerja berwarna merah tua.
"Anda ingin pesan sesuatu, tuan?." Tanya pelayan tersebut.
"Iya, kopi hitam satu."
"Baik.. kopi hitam ya." Ucap pelayan tersebut sambil menulis pesanan di bukunya.
"Pulsanya gak sekalian?." Lanjutnya.
"Hah? Memangnya ini supermarket apa?!."
"Di kafe ini bahkan kami juga menyediakan token listrik lho."
Oii..!! Makin ngawur saja tempat ini!!.
"Tidak, saya pesan kopi hitam saja."
"Baiklah, silahkan ditunggu pesanan anda tuan."
Pelayan itu membungkuk sopan lalu pergi.
Haduh.. ada-ada saja..
-
-
Tring!
Pintu kafe terbuka dan terlihat sosok seorang pria dengan perawakan tinggi dan rambut yang di warnai merah serta memiliki tindikan di telinganya, yang sedang melirik-lirik seperti mencari sesuatu, dan matanya langsung terhenti saat melihat pak Bagas.
"Apa benar anda polisi yang menelepon saya tadi?." Tanya pria itu setelah berjalan mendekati meja pak Bagas.
Pak Bagas langsung segera berdiri dan menjabat tangan pria itu.
"Iya betul, saya Bagas.. silahkan duduk."
Pria itu melepas jaketnya lalu menaruhnya di samping meja.
"Sebelum itu saya ingin bertanya, apakah yang bapak katakan itu benar? Bahwa..."
"Iya.. itu benar, kami menemukan Algi Ardhana tewas di parkiran apartemennya pagi tadi."
Setelah mendengar penjelasan pak Bagas tersebut ekspresi Firman terlihat sangat kecewa sehingga ia menghembuskan nafas beratnya sambil menunduk.
"Apa kau temannya Algi?."
"Iya, kami berteman sejak SMA, kemarin dia meneleponku untuk membantunya mencari pekerjaan di sini karena ia baru saja kembali dari kampung halamannya. Aku benar-benar tidak menyangka ia akan menjadi seperti ini."
"Jadi begitu ya.. apakah ada orang yang membenci atau memiliki dendam pada Algi?." Tanya pak Bagas serius tanpa memperdulikan pelayan yang menaruh kopi pesanannya di atas meja.
"Kalau itusih mungkin banyak, karena kami dulu sering membuat onar sewaktu SMA." Ucap pria itu sambil menggaruk kepalanya.
"Memangnya kenapa bapak bertanya tentang hal itu?." Lanjutnya.
"Karena Algi tewas di bunuh oleh seseorang."
Pria itu sontak terkejut hingga berdiri setelah mendengar hal itu.
"Apa?! Di bunuh?!."
Pak Bagas memberikan berkas tentang penyelidikan yang ia bawa tadi kepada pria itu.
"I-ini.. tidak mungkin?! Siapa yang membunuhnya?!." Ucapnya terkejut setelah melihat foto mayat temannya yang mengenaskan itu.
"Kami belum bisa menemukan siapa pembunuhnya. Maka dari itu kami melakukan penyelidikan dan saya menanyakan kepada anda tentang kasus ini untuk mendapatkan informasi." Ucap pak Bagas sambil menyeruput kopi hitamnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mystery / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
