Chapter 20

11.3K 1.2K 18
                                        


#6

Akhirnya mereka bertiga pergi untuk menyelidiki kasus kecelakaan mobil yang terjadi 10 tahun lalu yang katanya telah menewaskan Santi.

"Kita kemana sekarang?." Tanya pak Bagas sambil menyalakan mesin mobilnya.

"Aku ingin mengetahui terlebih dahulu tentang mayat Santi." Ucap Fano santai sambil mengeratkan sabuk pengaman.

"Kalau kau lebih ingin tau tentang mayat itu, lebih baik kita tanya kepada ahlinya saja." Ucap pak Bagas sambil menginjak gas mobilnya.

"Maksudnya bu Erin?." Tanya Lisa yang duduk di kursi belakang.

"Memangnya siapa lagi kalau bukan dia?."

"Bukannya bu Erin umurnya baru 30 tahun? memangnya 10 tahun yang lalu dia sudah bekerja jadi dokter forensik?."

"Walaupun parasnya terlihat muda, sebenarnya dia umurnya sama denganku." Ungkap pak Bagas.

"Eh?? Benarkah?!."
Lisa langsung membayangkan wajah bu Erin setelah mendengar ucapan pak Bagas barusan.

Yang benar saja.. pikir Lisa.

"Tidak kusangka." ucap Fano.

"Sudah jangan dibahas lagi Fano, membicarakan umur perempuan adalah hal yang terlarang bagi kita (lelaki)."

Setelah mendengar ucapan terakhir pak Bagas tersebut, semua pun menjadi terdiam membisu.
-
-

Tiba-tiba perasaan pak Bagas sedikit tidak enak seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.

Hmm.. sepertinya ada yang aneh..

Oh iya!!

Pak Bagas baru ingat bahwa tujuan ia menemui Fano tadi adalah untuk meminta bantuannya untuk memecahkan kasus Algi Ardhana.

"Oii.. kasusku bagaimana??!!!." Teriak pak Bagas kepada Fano.

"Baru sadar sekarang ternyata." Ejek Fano.

"Dan sekarang aku malah mengerjakan kasusmu!!."

"Itu salah bapak sendiri karena tidak menemukan petunjuk apapun."

"Ck!." Decak pak Bagas.

"Bapak tenang saja, kasus bapak pasti akan ku selesaikan kok.. firasatku merasakan seperti itu."

"Kemarin kasus 2 tahun lalu!! sekarang 10 tahun yang lalu!! Semakin merepotkan saja kejahatan di dunia ini."

Keluh Pak Bagas kesal sambil menginjak gas sehingga mobilnya melaju kencang.
-
-
-

---------------------

Akhirnya mereka bertiga sampai ketempat tujuan mereka, yaitu rumah sakit yang menjadi tempat bekerja bu Erin.

"Permisi." Ucap pak Bagas sambil membuka pintu ruangan.

Terlihat sosok bu Erin sedang duduk dikursi sambil menyeruput teh panasnya.

"Oh, Bagas? Ada apa?."

"Anak ini ingin-"

"Kami ingin mendengar cerita bu Erin." Ucap Fano memotong perkataan pak Bagas.
-
-
-
-
-





"Oh.. begitu, Jadi kalian ingin menyelidiki tentang kasus itu?." Tanya bu Erin setelah mendengar penjelasan Fano.

"Iya betul, aku ingin mendengar penjelasan tentang mayat yang ditemukan waktu itu dari sisi tim forensik. Apa anda masih mengingatnya?" Ucap Fano.

DETECTiVE LOLiPOP : Unlock MysteryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang