Chapter 27

10.8K 1.1K 26
                                        


#3


Pak Bagas akhirnya sampai ke tempat tujuannya. Yaitu ke tempat ditemukannya mayat siswi smp dan sebuah potongan jari yang di duga milik seseorang yang bernama Angga Setiadi.

Terowongan air limbah bawah tanah.

Dengan di pandu-nya ia oleh salah satu pekerja disana, ia melewati gorong-gorong terowongan yang luasnya cukup besar. Bau menyengat dari air limbah membuat pak Bagas harus menutup hidungnya.

"Aku baru tahu kalau bau dari limbah benar-benar semenyengat ini." Ungkap pak Bagas.

"Iya, tentu saja. karena air limbah yang ada disini adalah limbah manusia, bahan kimia, dan berbagai benda kecil lainnya."
"Air limbah yang dikumpulkan dari rumah-rumah dan industri-industri yang berada di kawasan seluas 700 kilometer lebih di kota ini melalui pipa sepanjang 300 kilometer lalu memasuki pabrik dua meter di bawah permukaan laut."
"Di situlah air melewati serangkaian saringan yang memisahkan air dengan batu, kertas, plastik, kain-kain bekas dan sebagainya." Jelas pekerja itu.

Lalu pekerja itu menuntun pak Bagas melewati semacam gorong-gorong kecil, dan kali ini harus membuatnya berjalan menunduk serta menggunakan sepatu boots.

"Kalau hanya benda-benda kecil yang bisa melewati saluran ini, kenapa bisa ada mayat sampai ke sini?." Tanya pak Bagas melanjutkan pembicaraan.

"Tepat di atas saluran ini, ada penutup saluran air yang berada di dekat halte kan?." Ucap pekerja itu sambil menyorotkan cahaya senter yang di pegangnya ke atas gorong.

"Iya betul, aku tadi sempat melihatnya saat melewati tempat itu."

"Kemungkinan mayat itu di buang lewat sana." Ungkap pekerja itu.

"Cih! Kejam sekali." Cetus pak Bagas.

Setelah tertabrak, mayat itu langsung di buang kesini. Manusia itu memang sulit mengakui kesalahannya.
-

Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai ke TKP. Tempatnya lebih tinggi dan luasnya lebih lebar dari gorong-gorong kecil yang baru saja ia lewati tadi, sehingga akhirnya pak Bagas bisa berdiri leluasa.

"Lho?! Pak inspektur? Kenapa ada disini?." Tanya salah seorang staf kepolisian yang berada di TKP.

"Aku disuruh membantu penyelidikan kasus ini oleh pak Broto." Ucap pak Bagas.

"Benarkah? Baguslah kalau begitu, kami benar-benar akan sangat terbantu."

"Lalu, bagaimana penyelidikanmu?." Tanya pak Bagas tanpa basa-basi.

"Anu.. sebenarnya kami cukup kesulitan mencari petunjuk disini. Tetapi, kami menemukan sesuatu."

Kemudian staf tersebut memberikan sebuah cincin berwarna perak yang ditaruh di dalam kantung plastik.

"Kami menemukan ini tak jauh dari mayat korban pak." Jelas polisi itu.

Pak Bagas memperhatikan cincin tersebut sejenak, kemudian pak Bagas menegadah ke atas. Terlihat lubang berbentuk bulat yang ditutupi plat besi tebal dan terlihat agak berkarat. Dan jika dilihat lebarnya, mungkin cukup untuk orang dewasa masuk.

Jadi itu ya tutupnya. Sepertinya mayat itu di buang lewat sana. Dan kurasa, seseorang yang melempar mayat itu kesini.. pasti tak sengaja telah menjatuhkan cincin miliknya. Pikir pak Bagas.

"Kau! Cepat pergi ke kantor dan selidiki kepemilikan cincin ini." Ucap pak Bagas kepada polisi tersebut.

"Siap, Inspektur!." Balas polisi itu.

Setelah memberikan hormat kepada pak Bagas, polisi itu segera pergi dari TKP. Pak Bagaspun juga ingin cepat-cepat keluar dari tempat itu, karena ia sudah tak tahan dengan aroma menyengat dari air limbah. Tetapi, tiba-tiba ponselnya berbunyi seakan menahannya untuk terus menikmati aroma busuk disana.

DETECTiVE LOLiPOP : Unlock MysteryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang