Chapter 5

14.8K 1.5K 57
                                        


#2

"Jadi kita akan kemana sekarang?" Ucap pak Bagas sambil memegang setir mobilnya.

"Kita ke rumah si korban laki-laki itu saja."

"Baiklah." pak Bagas memutar kunci mobilnya.

"Oh iya pak Bagas, apa bapak sudah menemukan petunjuk?"

"Sejauh ini hanya itu saja informasi yang aku dapatkan."

"Apa hanya segini kemampuan poli-"

"Sudah, tidak usah mengejekku! Kalau aku tau semua petunjuknya, aku takkan meminta bantuanmu tau." Bentak pak Bagas kesal sambil menginjak gas.

Fano hanya terdiam cuek dan bersandar ke samping kaca mobil sambil memakan permennya.
-
-
-

-----------------

Akhirnya pak Bagas dan Fano sampai ketempat yang mereka tuju dan mereka segera keluar dari mobil.

"Ayo kita masuk." Ajak pak Bagas.

Mereka melewati garis-garis polisi dan mulai memasuki rumah tersebut.

Masih tercium aroma darah saat mereka memasuki TKP.

"Cukup sulit untuk mencari petunjuknya jika sudah begini." Keluh pak Bagas sambil melihat-lihat di sekitar ruangan tersebut.

"Ruangan apa ini?" Tanya Fano

"Kalau tidak salah itu adalah ruangan kamarnya Doni."

Tanpa berfikir panjang Fano langsung masuk ke ruangan tersebut.
Ruangan kamar itu terlihat rapih walau cukup banyak poster-poster di dinding, namun hanya satu yang menjadi tujuan Fano, yaitu mencari petunjuk yang ada.

Ketika Fano sedang melihat-melihat sekeliling ruangan kamar tersebut, tiba-tiba matanya terpaku dengan buku catatan kecil yang ada di atas kasur.

Fano pun mulai mengambil buku itu lalu mulai melihat apa yang tertulis didalamnya.

06-04-2016
Hari ini adalah kencan pertamaku dengan Vin, aku senang sekali.

29-04-2016
Malam ini Vin menyanyikanku lagu sambil bermain gitar, dia sangat romantis.

17-05-2016
Hari ini aku membawakan Vin daging rendang kesukaanku tapi ternyata dia tidak menyukainya, ia bilang kalau dirinya tidak suka makanan dari daging hewan yang berkaki 4. Hahaha dasar vin aneh. Walau aku sedikit kecewa tapi aku senang bisa mengetahui hal yang tidak dia sukai.

04-06-2016
Entah kenapa akhir-akhir ini sikap Vin jadi Cuek. Tapi aku tidak boleh curiga kepadanya, kuharap Vin selalu mencintaiku.

17-07-2016
Aku tidak percaya Vin mengakhiri hubungan ini, padahal aku sangat mencintainya. Aku sudah tak sanggup untuk hidup, Selamat tinggal Vin.

Fano langsung mengerutkan dahinya setelah melihat apa yang tertulis di buku catatan itu.

"TIDAK MUNGKIN?!!" Teriak pak Bagas.

Fano sontak menoleh ke arah pak Bagas yang tiba-tiba berada di depan pintu kamar tersebut.

"Ada apa pak?!" Tanya Fano terkejut.

"D-dia penggemar Jimi Hendrix! ternyata dia memiliki selera musik yang bagus!" Ucap pak Bagas yang matanya terfokus ke arah poster-poster di dinding.

"Ji- Jimi siapa?" Tanya Fano bingung.

"Jimi Hendrix!! Kau tidak tau gitaris terkenal Jimi Hendrix?! Dia gitaris kidal terkenal yang di juluki one man sh-"

Sebelum pak Bagas menyelesaikan penjelasannya, Fano segera memotongnya.

DETECTiVE LOLiPOP : Unlock MysteryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang