#3
Pak Bagas yang sejak tadi hanya termenung di dalam ruangannya, mulai menaruh sebatang rokok di mulutnya.
"Cih, jika tak di berikan kasus seperti ini ternyata cukup membosankan juga." Keluh pak Bagas sambil menyalakan korek apinya lalu menyulutkan ke rokok di mulutnya.
"Tetapi sekalinya diberikan kasus kenapa selalu yang paling merepotkan, yang harus membuatku meminta bantuan dari anak yang paling menyebalkan itu."
Tiba-tiba ia teringat kembali dengan kasus yang ditanganinya 3 minggu lalu, yaitu kasus kematian Doni Vinadi dan Winda. Hatinya terasa sedikit menyakitkan setelah mengingat tangisan pilu ibunya Winda saat itu.. begitu pula dirinya yang di anggap terlalu lembek oleh atasannya saat menangani pemeriksaan terhadap ibunya Winda yang menjadi tersangka.
"Kalian itu tidak tau apa-apa!!." Ucap pak Bagas kesal sambil menendang mejanya.
"Cukup sekali saja aku menangani kasus seperti itu."
Lalu ia mematikan rokoknya yang tinggal sedikit itu ke asbak, dan mulai mangambil satu batang lagi di kantungnya. Saat ia mau menyalakan rokok untuk ke dua kalinya, ponsel yang ada di kantungnya berbunyi.
"Argh.. mengganggu saja." Keluh pak Bagas sambil menaruh ponsel itu di telinganya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.
"Halo!!."
<Pak Bagas, aku ingin minta tolong.>
Suara yang terdengar di ujung telepon ternyata adalah suara yang tidak asing baginya.
"Hah?! Seenaknya sekali kau ini meminta bantuanku kapanpun kau mau!!." Bentak pak Bagas.
<Lho? Memang begitu kan seharusnya tugas polisi? Selalu melayani masyarakat.>
Grrhh.. berbicara dengan orang ini selalu membuat darah naik.
<Sudahlah pak, jangan begitu padaku, kan kemarin bapak sudah berhutang satu kasus lho padaku, dua malah.>
"Argh.. terserah, apa mau mu?."
Pak Bagas hanya bisa pasrah karena baginya berdebat dengan Fano hanya membuatnya semakin kesal.
<Aku hanya ingin meminta data catatan penyelidikan tentang tiga orang yang hilang di kampusku 2 tahun yang lalu.>
Kasus 2 tahun yang lalu? Apa sih yang mau dia lakukan?. Pikir pak Bagas.
"Baiklah nanti akan ku usahakan."
<Lebih baik sekarang pak, karena kami ingin menyelidikinya hari ini.>
"Cerewet!" Bentak pak Bagas lalu mematikan teleponnya.
Pak Bagas mendecak kesal dan akhirnya kembali menaruh rokoknya di kantung lalu pergi keluar ruangan.
-
-
************
"Kau mau kemana Fano?." Tanya Lisa kepada Fano yang bangkit dari duduknya.
"Lebih baik kita mencari petunjuk lainnya sambil menunggu informasi dari pak Bagas."
"Hah?! Lagi?! Kita baru saja istirahat sebentar."
"Baiklah... Ayo kita berusaha lebih giat lagi Lisa!." Ucap Fitri bersemangat.
Dari mana datangnya semangat mu itu sih?!.
-
-
-
-------------
"Permisi."
Ucap Fano kepada wanita berkaca mata bulat yang berada di meja pengawas perpustakaan.
Wanita itu terlihat sedang membaca buku yang sangat tebal dengan serius, tetapi keseriusannya hilang ketika mendengar ucapan Fano.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Misterio / Suspenso[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
