#8
Rumahnya benar-benar sangat mewah..
Itulah kesan pertama pak Bagas ketika datang mengunjungi rumah Santi.
Dengan di bawanya mereka ke arah ruang tamu oleh seorang wanita tua sekitar 60 tahunan yang menjadi pembantu rumah tangga di rumah tersebut. Mereka harus melewati lorong koridor yang cukup panjang hingga sampai kesana.
-
-
"Mari silahkan duduk dulu."
Wanita itupun mempersilahkan mereka duduk di sofa saat sampai di ruang tamu yang luasnya sekitar 3×4.
Tidak seperti sofa di ruanganku yang hanya bisa membuat punggung nyeri saja. Ucap pak Bagas dalam hati.
-
-
Wanita itupun datang dengan menyuguhkan mereka minuman dengan cangkir bermotif batik berwarna emas.
"Silahkan diminum."
"Terima kasih." Ucap pak Bagas.
"Jadi.. apa yang ingin kalian bicarakan?." Tanya wanita itu memulai percakapan.
"Sebelum itu.. apa tuan rumah sedang tidak ada dirumah?." Tanya Fano.
"Sebenarnya Nyonya ada di kamarnya, dia terbaring lemas karena penyakit hipertensi yang di deritanya sejak lama." Ungkap wanita itu.
"Bagaimana dengan suaminya?."
"Kalau suaminya.. sudah meninggal 2 tahun yang lalu."
"Begitu ya, saya turut berduka cita." Ucap Fano.
"Huh! Laki-laki itu tidak perlu di kasihani."
Perkataan wanita itu sontak membuat mereka berdua terkejut sekaligus heran.
"Memangnya kenapa?." Tanya pak Bagas.
"Laki-laki itu selalu mementingkan dirinya sendiri.. dia tidak perduli dengan derita yang dialami keluarganya selama ini." Ungkap wanita itu.
"Apa keluarga Santi mengalami masalah?."
"Tentu saja, akibat ulah lelaki itu nyonya selalu jatuh sakit. Aku sungguh kasihan dengan nyonya." Lanjutnya dengan raut wajah kesal.
"Memangnya apa yang di lakukan oleh suaminya hingga ia seperti itu?."
"Dipikiran laki-laki itu hanya ada uang, uang dan uang.. semuanya hanya ia lakukan untuk berfoya-foya tanpa memikirkan keluarganya."
Fano hanya bisa terdiam mendengar ucapan wanita itu, ia bingung harus bertanya tentang apa lagi agar mendapatkan petunjuk.
Begitu pula pak Bagas yang sudah kehabisan akal untuk memulai pembicaraan, walau begitu ia tidak mau penyelidikannya menjadi sia-sia lagi kali ini.
"Oh iya, ngomong-ngomong.. disini cukup banyak lukisan ya?." Tanya pak Bagas mengalihkan pembicaraan setelah melihat banyak lukisan yang terpampang di sepanjang dinding.
"Oh iya.. lukisan yang ada di sini semuanya di buat oleh nak Sinta." Jawab wanita itu.
Sinta? Bukannya Santi? Apa dia sudah mulai pikun?. Pikir pak Bagas.
"Kalau boleh saya tau apa Santi memiliki saudara kandung?." Tanya Fano.
"Iya, dia memiliki saudara kembar."
Seketika pak Bagas sontak terkejut mendengar perkataan wanita itu, Sedangkan Fano mengerutkan dahinya dengan tatapan matanya yang mulai serius.
"Apa?! Santi memiliki kembaran?!." Ucap pak Bagas.
"Iya, namanya adalah Sinta. Wajar saja kalian terkejut, karena hanya keluarga ini saja yang mengetahui tentang Sinta."
Santi memiliki kembaran?! Sepertinya aku mulai memahami jalur kasus ini. Ucap pak Bagas dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mystery / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
