#5
Brian merasa sangat kesal karena penyelidikannya terhalang oleh saingannya itu. Karena wilayah TKP sudah di selidiki oleh pak Bagas terlebih dahulu, ia menjadi kebingungan untuk mencari petunjuk lainnya. Dan akhirnya ia hanya berdiam diri di dalam mobilnya yang terparkir di dekat halte.
"Sialan! berani-beraninya sih bagas itu mengambil kasusku." Ucapnya sambil memukul-mukul setir mobilnya.
"Sekarang apa yang harus ku lakukan?!."
Kemudian Brian membuka berkas dokumen yang di pegangnya, lalu mulai membacanya.
"Nadira Octavia." Brian terus membaca data tentang identitas mayat siswi smp tersebut.
"Oh, ternyata sekolahnya tak jauh dari sini ya?."
Kemudian terlintas sebuah ide cemerlang di kepalanya.
"Itu dia! Nadira di temukan tewas dalam keadaan masih mengenakan seragam sekolah, itu berarti dia tewas setelah sepulang dari sekolah." Ucapnya dengan wajah seperti orang yang baru saja melihat setumpuk emas.
"Kalau begitu, aku akan melakukan penyelidikan di sekolahnya itu." Ucapnya semangat lalu menjalankan mobilnya.
-
-
-
--------------------------
Tak lama kemudian, akhirnya ia sampai di tempat tujuannya. Yaitu, sekolah yang menjadi tempat Nadira bersekolah.
Brian pun sudah mencari tahu tentang sekolah itu. Ternyata SMP tersebut namanya cukup terkenal dengan orang-orangnya yang memiliki tingkat intelektual yang tinggi.
"Jadi ini ya sekolahnya?."
Setelah Brian melewati gerbang, ia pun masuk ke dalam gedung sekolah tersebut. Bisa dibilang kalau sekolah ini cukup hebat. kenapa? Karena gedung sekolah ini sangat besar dan fasilitasnya pun sudah semakin maju.
Berbeda dengan gedung sekolahnya dulu yang hanya bisa menampung beberapa kelas saja. Memang sih, jika kita sudah lulus atau meninggalkan sekolah, terkadang sekolah tersebut akan menjadi semakin bagus. Hal itu pun terkadang membuat kita ingin kembali bersekolah untuk menikmatinya.
"Bahkan lorong koridornya pun sangat luas." Ucapnya kagum.
Tak lama setelah Brian menyusuri lorong koridor, akhirnya ia berhasil menemukan sebuah papan nama bertuliskan Kelas 8-D. Ia pun mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah itu ia membukanya secara perlahan. Tiba-tiba pandangan seluruh murid yang ada di ruangan kelas langsung tertuju kepadanya.
"Anu.. permisi. Nama saya Brian, saya dari kepolisian."
Setelah ia berbicara seperti itu, seluruh murid yang ada di kelas langsung heboh. Brian seolah mendengar perkataan mereka, seperti 'Polisi?.', 'Ada apa polisi kesini?.' Bahkan sebuah ejekan dari anak laki-laki 'Mungkin ia ingin menangkapmu?.' "
Seorang guru wanita yang tadinya memasang ekspresi bingung akhirnya mulai berdiri lalu menghampirinya.
Wajahnya cantik, kulitnya putih, rambutnya yang panjang terkuncir bergoyang indah saat berlari menghampirinya. Hingga membuat Brian terpesona.
"Perkenalkan, nama saya Eka, saya adalah wali kelas disini." Sapa guru wanita tersebut.
"O-oh, S-salam k-kenal bu Eka." Ucap Brian tergagap.
Aduhh.. bodohnya! Kenapa aku malah bilang salam kenal sih?!.
Guru itu menahan tawa kecilnya sehingga terlihat manis di mata Brian.
"Baiklah pak Brian. Mari, ikut saya."
-
-
Kemudian Brian di bawa oleh bu Eka ke selasar sekolah. Lalu duduk di kursi panjang yang tersedia di sudut tembok.
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mystery / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
