Keesokan harinya. Lisa, Fano dan Fitri pergi menjenguk pak Bagas di rumah sakit. Luka akibat terkena tusukan pisau yang mengenai pinggang pak Bagas malam itu, membuatnya harus di bawa kerumah sakit.
"Permisi."
Setibanya mereka disana, ternyata Brian sudah terlebih dahulu berada disana menjenguk pak Bagas.
"Teman-temanmu datang tuh." Ucap Brian .
"Wah, aku tidak menyangka kalian datang menjengukku." Pak Bagas langsung bangkit dan mengubah posisinya menjadi duduk.
"Ternyata bapak cepat sekali ya sembuhnya." Ucap Fano dengan cengirannya yang menyindir.
Entah kenapa ucapan anak itu seakan tidak masalah jika aku dijadikan tameng. Pikir pak Bagas.
"Apa bapak sudah baikan?." Tanya Lisa.
"Ya, untunglah lukanya tidak terlalu parah."
"Oh iya, soal kejadian semalam.. bisa tolong kalian jelaskan semuanya." Ucap Fitri dengan nada kesal.
Wajar saja dia sangat kesal, karena lagi-lagi ia di tinggal oleh mereka sehingga membuat dirinya terlewat dengan hal-hal penting. Bahkan, malam itu ia tak sempat mendengar penjelasan apapun, karena ayahnya segera menjemputnya pulang.
"Pelaku di balik kasus pembunuhan Angga dan kasus ritual itu adalah Tania." Ucap Fano.
"Hah?! Kak Tania pelakunya?!." Ucap Fitri terkejut.
"Aku juga sedikit curiga dengannya.. ternyata memang benar kalau kak Tania jugalah yang sudah meracuni tuan detektif ya."
"Lalu soal pak Darma itu bagaimana?."
"Pak Darma juga salah satu orang yang dimanfaatkan dan terprovokasi oleh Tania. Ia meminta pak Darma untuk membuat racun pelumpuh itu, yang sebenarnya digunakan untuk Angga." Jelas Fano.
"Akan tetapi, Angga menyembunyikan rekaman video itu sehingga Tania meminta bantuan kita dengan alibi untuk mencari Angga. Namun, sebenarnya dia hanyalah mengarahkan kita untuk menemukan di mana video itu disembunyikan."
"Makanya Wulan diculik ya? Karena kak Tania pikir Videonya masih berada di tangan adiknya Angga." Ucap Fitri.
"Tapi bukankah rekaman video ritual itu ada dua ya? Rekaman video yang kita saksikan diruangan klub kemarin, siapa yang merekamnya? Tidak mungkin Angga juga kan? Karena video itu direkam sudah dua tahun yang lalu." Ucap pak Bagas.
"Aku tidak tahu pasti siapa orang yang telah merekam ritual dua tahun lalu itu. Tapi aku yakin, orang itu pasti sudah.. mati."
K-kejam sekali. Ucap Lisa dalam hati.
"Tapi kenapa dia mengicar Lisa juga?." Tanya Fitri heran.
"Bukan hanya Lisa saja, dia ingin membunuh kita semua." Ucap Fano.
"Hah?! Kenapa dia ingin membunuh kita?."
"Bukankah sudah jelas? Karena dia itu seorang Psikopat. Apalagi kita juga terlibat dalam permainannya."
-
Mereka semua langsung terdiam dan tak mampu berkata apa-apa setelah mendengar ucapan Fano. Mereka hanya bisa menelan ludah dan berharap semoga tidak bertemu dengan Tania lagi.
"Oh iya, pak Brian. Bagaimana dengan anggota ritual lainnya?." Tanya Fano.
"Um, mereka juga sudah diinterogasi dan diselidiki latar belakangnya, Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa." Ungkap Brian.
"Kenapa mereka mengikuti ritual semacam itu?." Tanya Fitri heran.
"Mereka bilang, kalau mereka sangat membutuhkan uang dan terpaksa melakukan hal itu. Akan tetapi, mereka tidak pernah melakukan pembunuhan. Mereka hanya bertugas menculik korban dan mengikuti ritualnya saja."
"Mereka juga mengakui kalau mereka dibayar dengan uang yang cukup banyak oleh si penjagal."
KAMU SEDANG MEMBACA
DETECTiVE LOLiPOP : Unlock Mystery
Mystery / Thriller[Mystery&Romance] High Rank Genre : #2 - Mystery/Thriller [27/04/2018] High Rank Tag : #1 - Detektif #1 - Riddle #1 - Kriminal #1 - Kejahatan Chapter : 1 - 38[END] Genre : Mystery, Thriller, Detective, Romance, Crime, Psychological ...
