Chapter 25

12.9K 1.2K 34
                                        


Prolog #3

Hari itu, langit di selimuti awan tebal. Terangnya matahari sore seketika menjadi redup. Tetesan hujan perlahan mulai berjatuhan disertai Gemuruh petir yang bersahutan.

Nadira Octavia, siswi smp yang baru saja pulang dari kegiatan klub di sekolahnya. Lupa membawa payungnya, sehingga ia harus berlarian di kejar hujan yang semakin deras saat itu.

"Duh, pasti hujannya bakalan makin deras nih. Kalau begini caranya, aku bisa ketinggalan bus." Ucapnya sambil menutupi kepala dengan kedua tangannya.

Setelah melirik ke kanan dan kiri jalan, Ia segera menyeberangi zebra cross dan berlari menuju halte bus yang sepi saat itu.

Tetapi derasnya hujan membuat pandangannya menjadi kabur, saat ia baru sampai di tengah jalan. Datang cahaya menyilaukan dari arah sampingnya.
Seketika ia menengok dan terlihat sosok mobil berwarna hijau gelap yang melaju kencang kearahnya. Rodanya menggilas dan memercikan air hujan di kedua sisinya.

Buaakk!!!

Dengan kencang mobil itu menabraknya hingga terpental jauh dari zebra cross. Mobil itu mengerem hingga menghasilkan suara melengking dan asap putih di aspal.

Tulangnya patah, kepalanya retak akibat benturan hebat hingga darahnya berserakan di aspal. Genangan air hujan berubah menjadi berwarna merah darah. Ia tak mampu bergerak, tubuhnya mulai dingin.

Dengan sisa nyawa yang masih tersisa. Ia mendengar suara orang yang keluar dari mobil tersebut dan berlari mendekatinya.

"H-hei bagaimana ini!." Ucap orang itu panik.

"Ya, ampun. ini salahmu karena menge-but..."

Namun pandangannya mulai kabur lalu menjadi gelap dan suara orang itu semakin menghilang, sehingga tak ada lagi suara yang bisa terdengar.

Kecuali suara malaikat kematian yang datang menjemputnya.
-
-
-

*******************

File 5 : Ritual

#1

Pak Bagas berjalan cepat ke ruang rapat setelah mendapat panggilan dari atasannya, Dia adalah Rudi Brotomo yang merupakan seorang kepala Divisi di tempat kerjanya itu.

"Kalau sampai harus dipanggil keruangan rapat begini, pasti bakalan di kasih kasus merepotkan." Keluh pak Bagas sambil berjalan cepat menyusuri lorong koridor.

Setelah sampai di depan ruang rapat, pak Bagas segera membuka pintunya.

"Permisi."

Didalam ruangan terlihat sosok Brian yang sedang duduk di kursi. Sedangkan atasannya itu terlihat sedang membolak-balik kertas dokumen yang di pegangnya. Keseriusan mereka seakan mengisi ruangan tersebut.

Sangking seriusnya, mereka seakan tak menghiraukan kedatangan pak Bagas tersebut. Akhirnya pak Bagas langsung duduk di sebelah Brian tanpa menunggu perintah dari atasannya itu.

"Ada apa bapak memanggilku kesini?."

"Dasar tak punya sopan santun." Cetus Brian.

"Huh!."
Pak Bagas hanya mendengus membalas ucapan Brian tersebut.

Pak Broto yang sejak tadi sibuk membaca dokumennya itu akhirnya terhenti, lalu menatap ke arah pak Bagas.

"Ehem, jadi begini Bagas. Ini tentang kasus yang di tangani oleh Brian tadi pagi." Ucap pak Broto sambil menunjukan dokumen tersebut.

DETECTiVE LOLiPOP : Unlock MysteryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang