Chapter 14

12K 1.3K 25
                                        


#6


Rambut panjang berantakan, pakaian yang lusuh serta senyuman yang mengerikan..

Dia adalah pria yang baru saja mereka temui tadi.

"Tidak ku sangka kalian memiliki potongan peta ini, berarti kalian berhasil memecahkan teka-teki yang di buat oleh Irvan."

Ucap pria itu sambil menyambungkan kedua potongan peta yang ada di tangannya.

"Yah.. walaupun aku sudah menemukan dimana letak harta karunnya sih.. setelah menghabiskan 2 tahun untuk mencarinya."

Pria itupun langsung berjalan mendekati lukisan tersebut dan menyingkarkannya dari dinding.
Di sana terlihat seperti sebuah brangkas namun memiliki 4 digit angka untuk membukanya.

"Kemari kau!!."
Pria itu menarik tangan Lisa dengan keras sehingga ia terseret hingga berdiri menghadap brangkas tersebut.

"Cepat buka brangkas ini!." Ucap pria itu sambil menyeringai.

"A-a-aku.. ti-tidak..."

"Cepatttt!! kalau tidak, aku akan membunuh kalian semua!!."
"Aku akan memberimu 3 kesempatan.. setiap kau salah memasukkan kodenya aku akan membunuh satu temanmu.. dan jika di kesempatan terakhir kau masih salah.. aku akan membunuhmu."

Pria itu mengatakan hal sekejam itu dengan tertawa mengerikannya.

A-a-apa yang harus ku lakukann?? A-aku sangat takut..

"Akan kuberikan kau sebuah petunjuk.. lihat ini."

Pria itu memberitahukan sebuah tulisan yang tertulis di belakang petanya.

Langit merah

"Sekarang cepattt!!." Pria itu berteriak sekali lagi sehingga membuat Lisa sangat ketakutan.

"I-i-iya."

Berapa kodenya? Berapa? Pikirkanlah sesuatu.. kumohon..

Langit merah?!

Seketika Lisa mengingat lukisan yang tadi ia lihat, lukisan tersebut memiliki langit berwarna merah.

Kalau tidak salah Fano bilang lukisan itu di ciptakan tahun 1893.

Lisa langsung memasukkan angka "1893" untuk membuka brangkas tersebut..

Akan tetapi, brangkas tersebut tidak terbuka.

A-apa.. aku salah?.

"Sayang sekali.. jadi yang mana duluan yang harus kubunuh."

"Tu-tunggu.. a-aku mohon jangan bunuh mereka.. beri aku kesempatan lagi." Ucap Lisa dengan panik sambil memohon dan menangis.

"Baiklah, aku akan memberimu satu kesempatan lagi. Tapi.. jika kau salah kali ini, aku akan membunuh kalian semua."

Apa yang harus kulakukan.. nyawa mereka dalam bahaya.. kumohon.. siapapun tolong kami..

Fano.. Tolong..

aku takut..
-
-

"1883."

Suara tersebut terdengar tidak asing di telinga Lisa.. itu adalah suara Fano yang sedang berusaha bangkit dari lantai karena tubuhnya jatuh tersungkur akibat pukulan keras yang mengenainya tadi.

"Dasar bodoh kau ini ya." Ejek Fano sambil tertawa kecil.

"Fano?! K-kau tidak apa-apa?!."

"Tenang saja. Aku tidak apa-apa." Ucap Fano sambil berusaha berdiri dengan berpegangan di dinding.

DETECTiVE LOLiPOP : Unlock MysteryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang