(25) Berjuang lagi {new part}

114 8 2
                                        

By. NovitaDamayanthi

Ditolak dalam cinta itu sudah biasa. Pilihan kedua adalah menyerah, atau terus berjuang meski pilihan terakhir harus rela kalau nyatanya ditolak lagi.

Farrel ingin selalu ada bersama Lifya. Tidak peduli kalau ada Hendru yang sesekali  memberi Lifya kado. Bukan berarti ia pernah melihat Hendru. Namun Lifya yang bercerita waktu ia duduk bersama di dekat gudang sekolah beberapa hari lalu. Gadis itu bercerita seperti air, tenang dan terbuka meski ia harus menahan kepalan hebat ketika ia tahu kalau Lifya pernah diduakan.

Jujur, kalaupun ia marah, apalah tandanya bagi Lifya?
Farrel sadar, saingan terberatnya adalah Raka. Kalau dalam wajah, keduanya memiliki kharisma tersendiri. Kalau pelajaran juga mereka berani bersaing. Tapi kalau soal harta? Farrel hidup dalam kesederhanaan, berbeda dengan dia--Raka.

Berbicara soal Raka. Rupanya lelaki itu tengah ijin tidak masuk karena jantungnya kumat lagi. Sementara Kenan? Lelaki itu menyendiri karena teman terbaiknya sedang tidak bersekolah.

"Nan! Lo kenapa dah?" Tanya Anara teman kelasnya.

Kenan menatap gadis berkacamata kotak bening tersebut sambil menguap keras. "Hoahem..... Iya, gue kesepian."

Anara mengrenyit bingung. "Lo kesepian? Apasih?"

"Gue gak ada temen ngobrol! Dodol amat sih lo."

"Oh... Lo mau nitip gak? Gue sama temen-temen gue mau ke kantin."

Kenan menggeleng, "gak ah. Hemat."

"Ah dasar!"

Bip... Bip...

Siapa lagi yang mengirim pesan sekarang? Paling-paling operator seluler yang memberitahunya kalau kuotanya kurang dari 356MB. Huhu sudah kuduga!

Tapi tunggu! Tidak benar rasanya kalau operator seluler spam untuknya. Apa mungkin itu dari Raka ya?

"Lifya?" Gumam Kenan pada dirinya sendiri.

Lifya

Nan, Raka kemana?

Kok dia gak ada pas upben?

Nan?

P
P
P

Sebelum gadis itu spam lebih banyak lagi, lebih baik ia balas dulu dan menyampingkan rasa kantuk yang menggoda mata indahnya.

Me

Gak sekolah. Sakit

Kenapa?

Tumben

Lifya

Gak kok.. Hehe

Baca saja. Cukup. Dibanding ngabisin kuota lebih, mending simpan untuk nanti nonton Youtube. Kenan, si tukang hemat.

•••

TerlambatTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang