7. Moodbooster Bian

5.3K 519 21
                                        

Seharian ini Bian hanya murung di kelas. Candaan pedas Guanlin yang disusul gelak tawa lumba-luma Chenle dan Jaehwan enggak bisa membuatnya bersemangat. Bahkan Chanwoo sudah membujuknya dengan yoghurt mixberries agar mau bersemangat lagi.

Jaehyun mendudukkan dirinya di bangku milik Dokyeom yang berada di depan Bian. Ia mencolek bahu Bian.

"Bi," Jaehyun ngalem. "Ayo temenin kakanda makan di kantin."

Bian yang menelungkupkan kepalanya di atas meja hanya menggeleng malas, "Bunuh gue aja sekarang, Jep. Gak punya harapan hidup gue."

"Lo kok ngomong gitu sih? Katanya lo mau buka butik lo sendiri? Gue yang bagian manajemennya, lo bagian produksi deh. Gue bela-belain masuk IPS terus mau ambil kuliah manajemen demi lo loh." Bujuk Jaehyun.

"Gue bakalan berakhir di rumah, ngebabu, dan enggak bakalan ada butik-butikan lagi, Jep."

Jaehyun menghela nafasnya pelan, "Nanti pulang sekolah jalan yuk? Gue traktir."

Bian menggeleng, "Gue pengennya sama Jungkook."

Jaehyun mencibir pedas, "Kemarin maunya sama Pak Jinyoung, sekarang Jungkook, besok gue. Gilir aja terus, kakanda jadi sebel."

Bian tertawa pelan. "Ntar malem lo boleh nginep deh di rumah gue, bunda nanti malem enggak di rumah, mau nginep bungkusin souvenir di rumah mamanya Mas Jinyoung."

Jaehyun membentuk tanda ok dengan tangan kanannya. "Gue makan dulu ya, ntar gue kabarin Jeka kalau gebetannya ini minta jalan."

Bian belum sempat memukul Jaehyun karena cowok itu sudah lari duluan. Bian mendengus, sebentar lagi bel masuk dan ini pelajaran matematika. Kalau dulu Bian semangat banget sampai gadanta kalau mau pelajarannya Pak Jinyoung, sekarang sih boro-boro, denger namanya aja auto-males.

Bian duduknya di pojok, jauh dari pintu, jadi kalau buat kabur kelas agak susah, beda sama tempat duduknya Jaehwan. Guru lengah sedikit, hilang Jaehwan sebelangga.

"WOI BIAN DICARIIN PAK JUSUF KALLA!"

Bian pengen ngumpat sebenarnya waktu denger Jaehwan bilang gitu. Gebetannya itu, Jungkook, atau lebih enak disapa Jeka, bukan Pak JK Jusuf Kalla.

Bian menatap Jaehwan bengis lalu keluar kelas. Dilihatnya Jungkook berdiri sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya. Bian ingin sekali memuji Jungkook tampan kalau ia tidak ingat tentang calon suaminya yang akan mengajar setelah ini. Badan Jungkook yang Bian yakinterpahat bagus di usianya yang masih terbilang remaja. Beberapa online shop di internet menjadikannya sebagai model untuk memasarkan produknya.

"Kamu lagi banyak pikiran?" Jungkook mengusap puncak kepala Bian.

Bian mengangguk.

"Nanti sore pulang bareng ya? Aku mau ngajak anak rajin ini ke tempat yang keren buat pacaran."

Bian menyilangkan tangannya lalu mencibir, "Ngajak kencan, dijadiin pacar enggak."

Jungkook terkekeh lalu mencubit pipi Bian gemas, "Kata mbah dukun masih nyari tanggal bagus."

"Lo ngedukun dimana?" Bian memicingkan matanya curiga.

"Mbah Dukun Woozi maksud aku, Bi."

Bian tertawa pelan. Woozi itu anak jurusan IPA yang paling cerdas, semuanya tau itu. Dia juga tergabung dalam tim olimpiade sains dan matematika nasional. Namun siapa sangka saat diwawancarai tentang tips belajar dia hanya akan menjawab,

"Sebenarnya saya hanya menebak jawaban."

Dan jawaban enggak masuk akal Woozi itu disambut gelak tawa kesal dari reporter sekolah.

Teacher; Park JinyoungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang