Bian sama sekali tidak memedulikan Jinyoung ketika berkutat dengan segala peralatan skincare wajib remaja miliknya. Rahasia cantik dari luar Kim Bian selain dari air wudhu.
Jinyoung terduduk di ranjang, bersandar pada headboard dan memantau bagaimana Bian mengapresiasikan seni di atas seni. Tidak habis pikir juga bagi Jinyoung, acara pernikahan Chanwoo diadakan nanti malam, kurang sekitar empat jam lagi. Namun Bian sudah berkutat dengan kuas dan masker.
Ia pernah mendengar berita simpang siur atau mudahnya dikenal dengan hoax, katanya kalau wanita hamil yang lebih suka berdandan, bayinya memiliki jenis kelamin perempuan. Dari sini Jinyoung mulai ragu bahwa Junior adalah laki-laki.
Setiap hari, sebelum berangkat sekolah, Jinyoung melihat, selalu ada make up yang melapisi wajah istrinya. Bedak sih wajar, tetapi ini kelihatan jelas karena kulit Bian yang cenderung cerah.
Di bagian pipi, Jinyoung bisa melihat rona pipi buatan. Dan di bibir, tampak memerah, tidak seperti bekas ciumannya. Jinyoung kan heran, ini Bian niat sekolah apa niat nyabe sih?
Astaghfirullah.
Enggak baik berburuk sangka seperti itu. Toh ya Bian kan perempuan, jadi wajar berdandan dan ingin tampil cantik. Tapi yang membuat Jinyoung gemas itu, dengan Bian berdandan makin banyak yang nekat mendekati Bian. Apalagi setelah berita tentang hot couple Jungkook-Bian hilang.
Entah itu satu angkatan maupun adik kelas.
Manalagi ya, Bian kan lagi hamil, badannya itu makin berisi. Seragam sekolahnya saja sudah mulai sedikit sesak, terlebih di bagian pinggul dan dada. Kalau pinggul karena ada Junior, sedangkan dada karena ayahnya Junior.
Paham lah ya.
Jinyoung jadi ingin mewujudkan mimpi liarnya. Bercinta dengan muridnya di ruang kerjanya di sekolah. Tidak melepas penuh set seragamnya. Menelentangkannya di atas meja kantornya. Mengacak lembaran berkas ujian di atas mejanya.
Itu hanya mimpi liar, Jinyoung ingin yang lebih liar. Bercinta dengan muridnya sendiri di ruangannya tanpa menanggalkan seluruh seragamnya. Tidak jauh berbeda. Tetapi poin pentingnya adalah, muridnya sedang hamil.
Hm.
Kadang suka bingung darimana Jimin tahu kalau nafsunya itu besar. Sering memuncak dan ingin meledak. Sekalinya meledak akan meledak-ledak dan sulit terkontrol.
Jinyoung menatap Bian lalu tersenyum mesum. “Bian,”
“Hm?”
“Mas punya mimpi nih, mau bantu bikin mimpinya mas terwujud enggak?”
Bian melihat Jinyoung dari cermin. Menaikkan sebelah alisnya, menatap wali kelasnya itu bingung. “Mimpi apa?”
Jinyoung mengulum bibirnya, membasahinya sebelum mengutarakan mimpinya. “Bercinta di ruang guru, tanpa melepas semua seragam yang dipakai.” Jinyoung menatap langit-langit. Tidak melihat pouch kecil berisi koleksi tint milik Bian meluncur ke arahnya.
Duk.
“Aduh,” Jinyoung mengaduh. “Kekerasan dalam rumah tangga nih.”
Bian membatin, kekerasan your head.
“Kalau ngomong itu difilter dulu, habis gini jadi bapak juga.” Bian berusaha menahan ekspresinya agar tidak membuat maskernya retak.
Jinyoung mengerucutkan bibirnya. Ia beranjak lalu berdiri tepat di belakang Bian. Menjatuhkan kedua tangannya di pundak Bian. “Mas serius, itu yang mas pengen sebelum kamu lulus.”
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher; Park Jinyoung
FanfictionLika-liku Park Jinyoung yang istrinya itu muridnya di sekolah. "Lho berarti kamu istri saya dong?" alvatair, 2018
