Tok...tok...tok...
Suara paduan jemari lentik dan sebuah meja kecil, seolah ingin membicarakan sesuatu dengan angin yang berhembus. Sosok cantik dengan penampilan dress peach selututnya dengan desain rapih yang dipilih langsung oleh sang Stylish terbaik agensinya, ia masih mengetukkan jemarinya mengusir aroma kebosanan yang mulai tercium dihidung mancungnya. Matanya menatap lurus ke depan melihat betapa serius dan sibuknya rekan-rekan kerjanya yang masih berkutat dengan pemaduan karakter yang dimainkannya.
Ia melirik sebentar ke arah lembaran naskah yang dipegangnya,membolak-balikkan mencari sesuatu hal yang mungkin ia lupakan, sesaat kemudian ia tersenyum, tidak ada satupun percakapan didalamnya yang ia lupakan dengan mudahnya, mengingat siapa dirinya itu membuat banyak orang merinding ketika mendengar nama dan melihat profilnya di dunia entertainment.
"Queen?"
Seorang wanita cantik berambut hitam panjang menghampirinya sembari membawa tablet yang ia tenteng di tangan kanannya.
"Oh...manager, ada apa. Tak biasanya kau datang menemuiku secara langsung?"tanyanya sembari tersenyum keheranan
"Jadwal dan lokasi syuting kita akan berubah mendadak"
"Kenapa?" Ia nampak terkejut, pasalnya baru saja kemarin ia diberi potret tempat syuting lanjutan dan ia menyukai tempat itu,dan apa lagi sekarang?
Wanita itu menyodorkan tablet yang sedari tadi ia pegang kepada aktris cantik bergelar Queen itu.
"Kau harus tau bahwa kemarin malam ada bom meledak didaerah pedalaman Otogakure, dan itu tepat di lokasi yang kita survei kemarin"
Ia refleks menutup mulutnya dan membelalakkan matanya, keterkejutannya sudah tak dapat disembunyikan lagi.
"Bagaimana ini bisa terjadi,Miyuki. Padahal kita baru menyurvei-nya kemarin sore dan...itupun tidak ada apa-apa disana."
"Aku juga tidak tau, tapi yang jelas bom itu meledak antara pukul delapan dan sembilan malam."
"Hah...baiklah, kuserahkan semuanya padamu, dan usulkan tempat yang presentase kemiripannya 85% dengan itu saat nanti kau rapat Oke!"
" Baik, Queen"
"Dan satu hal lagi, setelah part pendukung ini selesai. Kau nanti ajak mereka untuk makan bersama ya, aku sudah memesan banyak makanan tadi" ucapnya sembari mengembalikan tablet milik managernya itu.
Miyuki tersenyum ramah didepannya dan meraih tablet yang disodorkan kepadanya.
"Tentu, kau memang selalu begitu."
Ia terkekeh sebelum kembali menjawabnya.
"Bukan aku, tapi kau yang selalu begitu,Miyuki."
"Eh?apa maksudnya?"
"Kau selalu melupakan peringatanku untuk tidak bersikap formal saat kita hanya berdua."
"Oh itu...um..hanya terbiasa saja he..he. Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu, Sahabatku."
"Hm..nikmatilah waktumu Miyuki!" Ucapnya dengan nada teriak
"Nee, Queen-chan."jawabnya yang terdengar sayup-sayup dan kekehannya yang terlihat dari gerakan tubuhnya.
Suasana kembali hening di tempatnya, ia bersumpah akan menendang partner mainnya yang tadi berpamitan kepadanya hanya sebentar untuk membeli suplemen di apotek terdekat. Ia menghela napas kasar, otaknya kembali berfikir seharusnya orang itu meminta asistennya saja untuk pergi keluar, kenapa ia tak berfikir banyak orang akan menyorotinya ketika ia mendadak muncul di tempat umum tanpa penyamaran.
Hah...memikirkannya membuatnya pusing dan menambah aura kebosanannya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Are You???
FanfictionTak semua orang didunia ini menyukai popularitas, dan lagi orang-orang itu mempunyai prinsip kuat yang ia pegang sendiri. Lalu? bagaimana dengan seorang gadis cantik yang tak sengaja bertemu dengan seseorang yang juga membenci hal itu? Ia hidu...
