White Clouds With Red Roses.

874 97 8
                                        

Udara malam yang menyelimuti tempat pijak dimana mereka sedang mengadu dua rasa yang ditempatkan pada insan yang berbeda, namun memiliki kesamaan yang sangat luar biasa.

Dingin menyeruak, namun lembut menghembus. Nebula pada tiap sisi bintang seakan menjawab segala keluh kesah yang dirasa. Dia nampak tersenyum, membagi sebuah kebahagiaan yang tiada tara, dan menampilkan keelokan yang sungguh menakjubkan.

Bahkan rembulan yang juga tersenyum, ia nampak bahagia melihat sepucuk daun dari ranting tertinggi terbang melayang terbawa angin. Melambai-lambai dengan lemah gemulai, mamanggilnya dengan penuh kebahagiaan.

Disana, seorang gadis cantik tengah menyorot salah satu bintang yang terlihat dari kejauhan memiliki warna seperti senja, namun berkedip layaknya kunang-kunang. Nampak indah, ia memiliki diameter yang lebih besar dari saudara-saudaranya. Surai pinkynya melambai-lambai pelan terbawa angin yang mulai menelisik keberadaannya.

Sementara itu, seorang pemuda yang duduk disampingnya nampak sedikit tersenyum sembari meletakkan lengan kirinya dibelakang punggung sang gadis cantik, sembari mengelus lengannya dan sesekali mengusap surai pink panjang yang dimilikinya dan mengecup pucuk kepalanya.

"Ternyata Sasuke-kun memiliki sahabat ya?" tanya Sakura dengan nada sedikit mengejek, bahkan ia hampir terkikik namun tertahan.

Sasuke yang mendengarnya sontak langsung menarik lengan kirinya dan menarik kedua bahu Sakura hingga keduanya saling berhadapan. Ia tak segera mengeluarkan kata-kata, namun hanya menatap tiap wajah kekasihnya tersebut dengan penuh arti, namun nampak misterius. Kedua onyx tajam miliknya seolah ingin memakan emerald didepannya hidup-hidup.

Sakura yang tak mengerti maksud Sasuke, hanya diam dan sedikit merona, ia hanya membalas tatapan itu dengan sedikit rasa malu. Bagaimana tidak? Ia bahkan tak mengerti apa yang dilakukan oleh kekasihnya tersebut. Dan ya, ia sekarang mulai berpikir untuk hal yang mungkin saja tak seharusnya terpikir. Ia hanya sedikut menelan ludah dan sesekali membuang muka.

Sasuke menyeringai. "Kau kenapa?" tanya Sasuke setelah tahu bahwa Sakura nampak malu-malu.

"Umm, apakah lukamu sudah sembuh?" jawab Sakura sembari memainkan kancing kemeja Sasuke.

Oh ya ampun, wajah Sakura nampak sangat manis sekarang. Ia bahkan tak tahu harus bagaimana, mendadak ia merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. Haus, lapar dan juga rasa ingin memakan kepiting rebus di depannya ini yang semakin menggebu. Untung saja ia ahli dalam mengendalikan dirinya, setidaknya itu yang ada didalam dunia bawah sadarnya sekarang.

"Apa kau tahu sayang?"

Sakura menggeleng. "Apa itu?"

"Sejak kapan sebuah pertanyaan dijawab dengan pertanyaan, hm?"

"Ah itu, em-" belum sempat Sakura menjawab, Sasuke segera saja menarik dagu kekasihnya tersebut hingga ia dengan mendadak harus menatapnya.

Perasaan Sakura yang sudah tak karuan membuat kedua pipinya semakin merona. Ia bahkan tak tahu apa yang harus dilakukannya. Entah mengapa, ia yang selalu tampil dengan berani, berdiri dengan kokohnya dan berjalan dengan idealis mendadak tak tahu arah jika sedang berhadapan dengan kekasihnya ini. Sungguh hal yang sangat memalukan menurutnya. Bahkan innernya berteriak sangat kencang di dalam sana.

"Bagaimana kau akan menjawabnya?" tanya Sasuke lagi.

Sakura hanya bisa diam dan terus menatap Sasuke dengan tatapan yang mungkin saja tidak dapat ditafsirkan, antara kagum dan bingung menyembunyikan wajah memalukan yang kini sedang ia tampilkan.

Sementara itu, Sasuke yang sudah puas menjahili Sakura, nampak tersenyum dengan penuh kemenangan. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah Sakura dan membuatnya sedikit terkejut. Semakin mendekat hingga bibirnya menyentuh sebuah benda kenyal yang selalu ia pikirkan. Ia hanya merapatkan namun tak menggerakkan bibirnya, begitu juga dengan Sakura yang hanya diam dan saling menatap dengan jarak yang sangat dekat hingga deru napas keduanya saling dirasa.

Who Are You???Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang