The First Handcuff

1.4K 108 22
                                        

Bergerak dengan cepat, berlari setelah membuka pintu. Mengamati dengan seksama, tanpa ada satupun yang membuat mereka sengsara karena kelalaian.

Lima mobil telah terparkir manis di sebuah tempat khusus yang telah disiapkan sebelumnya sebagai tempat persembunyian awal.

Mereka adalah pasukan VIP dari kepolisian Haruno. Target mereka sekarang adalah gedung terbengkalai yang sekarang berdiri tepat di depan persembunyian. Tak ada yang perlu dirahasiakan, mereka semua mengenakan seragam kebesaran dengan pin bersimbol keluarga Haruno.

Semua Komandan Divisi ( Komdiv ) mulai bergerak sesuai arahan dari sang wakil kapten, Nagato. Perlahan mereka berjalan, menyembunyikan senjata dan sebisa mungkin menyelinap masuk tanpa ada sedikitpun suara. Dan benar saja, bukan anggota kepolisian Haruno namanya jika tak dapat menyelesaikan misi dengan berhasil, sesuai perintah kini mereka telah memasuki wilayah gedung.

Ayanami, Komdiv - 01 bergerak di pintu utama bersama Nagato, sedangkan yang lainnya menyebar dikeseluruhan dan mengepung.

"Nagato-san, musuh kita kali ini bukan main-main." Ayanami berbisik.

Nagato tetap waspada dengan melihat sekeliling, juga sesekali melirik ke arah Ayanami. " Benar katamu, mereka adalah mafia kelas kakap di negaranya."

"Kami semua diperbolehkan mengenakan pistol bertype-B apakah itu tidak apa-apa?"

Nagato menyunggingkan bibirnya." Jangan khawatir, Sakura-sama telah menyeimbangkan kekuatan kalian dengan pistolnya."

"Maksudnya?"

"Kau tak mengerti? Beberapa minggu lalu Sakura-sama sengaja memesan alat tersebut spesial untuk kita."

"Wah, benarkah?" ucap Ayanami kegirangan.

"Tentu saja." balas Nagato sembari menepuk pundak Ayanami.

"Kalian tak perlu mahir dalam memposisikan type-B ini, cukup dalam sekali fokus seperti biasa peluru akan sampai pada target dengan kecepatan max 2 kali lebih cepat dibanding type-D. Semuanya mudah, hanya desainnya saja yang tergolong rumit."

"Benar saja, ini fantastis."

Dorr.

"Siapa disana?!"

Suara senjata api yang mengenai bagian pintu depan dan mulai rusak itu kini berhasil benar-benar menghancurkannya.

"Dasar bedebah gak sabaran." gerutu Nagato.

Salah seorang mafia yang berjaga mulai mendekati mereka berdua yang kini sedang bersembunyi dibalik tembok yang sudah rapuh. Dan benar saja, sedikit demi sedikit temboknya runtuh karena ada tekanan berlebih yang menyerang.

"Apa-apaan ini?"

"Dia habis dimakan kutu."

"Apa?"

"Tembok."

Hah..yang benar saja?

Dor.

Suara adu tembak menembak akhirnya telah dimulai, seperti ada yang mencurigakan dipojok ruangan dan ternyata benar, disana ada orang.

"Apa maumu?"

"Kau siapa?!"

Melirik sejenak ke arah pin yang terpampang jelas di jas kebesarannya. Pin silver? Itu artinya...

"Kau hanya terlalu banyak berpikir, tuan." Nagato dengan sigap menampar senjata milik mafia tersebut dan menendang kakinya hingga bertekuk lutut dihadapannya.

"Kau bisa bahasa Jepang juga?"

"Sial!"

Bagaikan badai yang menerpa secara tiba-tiba, dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara seseorang sedang berlari menuju ke arahnya. Sangat mengganggu, mirip dengan gemuruh. Apa mereka sedang lomba berlari dari lantai atas?

Who Are You???Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang