"Awan nebula yang terbentang di sejalur keindahan bintang, dia akan tetap menemani dengan setia dan penuh pengorbanan, ia tak peduli seberapa besar, Seberapa indah, seberapa unik cahaya yang dipancarkannya. Ia akan tetap melihatnya sebagai sebuah bintang yang mendamaikan lukisan langit, dan menghiasi langit dengan titik-titiknya. Begitu pula dengan sebuah rasa, jika semua telah menjalari akar sampai ke hati yang yang paling dalam. Tak peduli apapun, semua anggota tubuh akan bergerak dengan sendirinya. Menjemput dimana arah dan tujuan rasa itu berada."
___________________
Masih di dalam sebuah gedung penyidikan unit Kepolisian Uchiha dan Haruno. Sepertinya suasana mendadak tegang dengan datangnya unit Kepolisian Konoha yang secara tiba-tiba. Dan sekarang pun keadaan masih sama.
Namun sepertinya orang yang menjadi tumpuan utama misi malam ini telah berhasil menghilangkan jejak mereka dan menjauh dari gedung tersebut. Setelah sebelumnya menyerahkan tugas pentingnya kepada tangan kanannya.
"Sasuke-kun bertahanlah."ucap Sakura lirih sembari menahan sebuah kain yang dililitkan diperut Sasuke.
Sakura nampak cemas, ia sangat khawatir sekarang. Melihat bagaimana raut wajah Sasuke yang berubah pucat dan juga darah yang masih bercucuran disana. Ia bahkan melupakan sesuatu, jika sedari tadi Sasuke tengah memperhatikan gerak-geriknya.
"Aku tak apa, percayalah."ucap Sasuke yang sontak langsung membuat Sakura mendongak menatapnya dengan tatapan tajam.
"Diamlah atau ku bunuh kau sekarang juga."jawabnya ketus.
Sasuke menaikkan sebelah alisnya sesaat, lalu ia terkekeh kemudian.
"Coba saja."
"Apa?"
"Membunuhku."
Sakura tak menjawab. Ia hanya diam sembari terus mengusap dengan pelan dan membuang semua darah yang ada dibaju Sasuke. Ia masih sibuk dengan kotak obatnya hingga tak ingin berdebate dulu dengan orang cerewet di depannya itu. Tangan mungil nan halusnya mencoba untuk mengobati dengan selembut mungkin. Karena luka disana memang tidaklah dalam, namun goresan pisau yang membuatnya terluka lumayan panjang, hingga membuatnya terus mengeluarkan darah.
Sudah sepuluh min lamanya Sakura mengobati luka Sasuke. Kini sudah lumayan baik dengan kain yang penuh darah sudah terbuang dan hanya menyisakan darah yang mengering. Dengan usapan alkohol, sedikit lagi tak akan ada darah yang kembali keluar karena pembersihan telah selesai.
"Akhh...sshh.." rintih Sasuke saat tangan Sakura tak sengaja menyenggol lukanya dengan kasar.
Ia menatap Sasuke dengan penuh rasa salah, kecemasannya mulai bertambah, matanya menyipit dan kedua tangannya menyentuh pipi Sasuke dan kemudian mengelusnya.
"Gomen...aku menyakitimu."
Sasuke tersenyum." Tidak. Arigatou telah mengobatiku."
"Aku belum selesai mengobatimu, simpan saja kata terimakasihmu untuk nanti."
"Bukan itu."
Sakura mengernyit." Lalu?"
"Wajah cantikmu yang memancarkan cahaya kecemasan untukku adalah obat ampuh yang membuatku sembuh dalam waktu singkat."
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Are You???
FanfictionTak semua orang didunia ini menyukai popularitas, dan lagi orang-orang itu mempunyai prinsip kuat yang ia pegang sendiri. Lalu? bagaimana dengan seorang gadis cantik yang tak sengaja bertemu dengan seseorang yang juga membenci hal itu? Ia hidu...
