Chapter 22

340 35 13
                                        

Ternyata hujan telah turun dari langit, tak begitu deras sehingga supporter masih setia di bangku penonton untuk mendukung teamnya masing-masing.
Di lapangan para pemain SH FC dan juga team lawan NR FC. sudah menempati posisi mereka masing-masing. Mereka menatap tajam ke arah Kakashi yang kini memasuki tengah lapangan, sorakan huuuuuuuuu menggema membentuk koor baik dari temen-temen sekolahnya maupun sekolah tamu yang duduk di bangku penonton. Kakashi yang melihat itu malah menebarkan kiss bibirnya dengan telapak tangan ke seluruh pengunjung lapangan itu seolah seperti sedang menerima penghargaan.

Duuug!!!

Tiba-tiba bola mengenai palanya, Kakashi sempoyongan terasa pusing dan membuat yang melihatnya tertawa terpingkal-pingkal.
"Makanya jangan sok ngartis gitu pakai lambai-lambai tangan segala." ucap Menma.
"Kamvret lu ma.. Ternyata lu yang nimpuk gw pake bola." tuduh Kakashi. Menma cengengesan udah nimpuk pala kakak kelasnya yang menjabat sebagai kapten itu.
"Lu kemana aja, 30 menit ngilang?.. Sampe bosen orang-orang nunguin lu." tanya Menma. Kakashi langsung jawab, "Ada deh."
"Badewai baswei, lu kalo kencing jangan di celana, sampai ngecap gitu.." tunjuk Menma ke arah celana pendeknya yang basah. Buru-buru Kakashi menutupi bagian celana yang ngecap itu, yang sebenarnya bukan bekas air kencing tapi bekas..... anu.

Pirriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttt.

Bunyi peluit tanda babak kedua telah di mulai. Kakashi yang masih megangin burungnya menutupi bekas anu mengoper bola ke Menma, Menma memaksa menerobos pertahanan sisi kiri lapangan di ikuti Obito yang selalu membayangi. Pergerakan Menma yang tiba-tiba membuat Sasori menghalangi Menma dan Kimimaro mencoba merebut bola yang di bawa Menma. Kini tiga pemain lawan mengepung Menma yang tak bisa melewatinya, Sasuke dengan kecepatan penuh lari di tengah lapangan menerobos Shino yang sendirian di tengah. Menma mengoper bola melalui celah kaki Kimimaro menuju ke Sasuke.

Sasuke tinggal berhadapan one by one dengan Kankuro, saat Sasuke mencoba menendang, Kankuro berniat menubruk bola tetapi kakinya terangkat tinggi dan malah menabrak Sasuke sehingga dia terjatuh dengan keras. Iruka meniup peluit dan menunjuk titik putih tanda pelanggaran telah terjadi, Iruka memangil Kankuro dan memberikan kartu kuning. Kankuro hanya terdiam menyadari kesalahannya.

Sasuke sendiri yang menjadi eksekutor tendangan pinalti kali ini. Sasuke bersiap-siap menendang, menunggu aba-aba dari peluit Iruka. Pirriiiiitttttt.
Sasuke menendang ke arah kanan atas, tetapi dapat di halau oleh tangan Kankuro. Ada raut kekecewaan para pemain SH FC. Kesempatan buat menyamakan kedudukan ternyata gagal. Sasuke menundukkan kepala, tepukan tangan Kakashi membuatnya mendongak menatap Kakashi yang tersenyum padanya.

Tendangan gawang telah dilakukan Kankuro ke sisi kiri, Suigetsu menerimanya dan membawanya ke depan kemudian dia mengopernya ke Kimimaro untuk melanjutkan serangan dari sisi kiri, Naruto mencoba merebut bola tetapi gerakan menipu dari Kimimaru membuat Naruto kewalahan dan akhirnya dia menekel keras kaki Kimimaro dan terjatuh berguling ke luar garis lapangan. Iruka meniupkan peluit menandakan adanya pelanggaran, Naruto di ganjar kartu kuning atas tekelan kerasnya.

Because I Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang