Suasana gaduh dalam kelas membuatnya tidak peduli sedikitpun, Kakashi lebih memilih membenamkan wajah malasnya tidur di pojokan kelas dekat jendela paling belakang. Sampai ia dikejutkan suara kaca terbentur kena bola voli ulah cewek-cewek yang sedang melakukan pelajaran olah raga voli di lapangan deket samping kelas Kakashi.
"Kamvret.. oiiiii, pada bisa maen bola gak sih???" bentak Kakashi yg kepalanya muncul lewat jendela. "Ganggu orang tidur aja!!!" lanjut Kakashi dibales gelak tawa si pelaku dan temen-temennya dari lapangan. Mereka lanjutkan permainan setelah puas menertawakan Kakashi yang mukanya masih manyun.
"Lu napa marah-marah ke mereka? padahal temen-temen kita kan lagi pada ribut tuh di kelas." tiba-tiba Anko komentar soal status manyunnya Kakashi dan duduk dibangku depan tempat Kakashi masih menopang dagu dengan muka di tekuk.
"Gw kaget tadi, makanya bentak tuh cabe-cabean" jawab Kakashi. "Kalo kelas kita mah udah biasa ribut, jadi gw gak keganggu mereka." lanjutnya. Anko hanya ketawa denger jawaban Kakashi dan meraih tangan Kakashi dan mengajaknya pergi.
"Ke kantin aja yuk, bosen di kelas... Ntar gw beliin batagor, mau?" ajak Anko. Sebenernya males sih ke kantin tapi karena ada batagor gratisan jadi Kakashi nurut aja tangannya di tarik keluar kelas menuju kantin. Melewati temen-temennya yang lagi bikin kelas menjadi kapal pecah saking berantakannya tuh kelas.
Belum sempet keluar kelas, Yamato nongolin wajahnya tepat dekat muka Anko. Sontak tuh muka kena bogem mentah dari Anko. "Adaw!!! napa lu tabok muka tamvan gw?" teriak Yamato. "Lah suruh siapa muka jelek lu nongolin tepat depan muka gw?" jawab Anko. "Gw cuma mo bilang ikut ke kantin" jawab Yamato. Anko dengan lantang "Kaga boleh!!!!." ngibrit lagi tarik tangan Kakashi yang dari tadi bengong liatin kelakuan 2 temennya itu.
:::::
Sementara diatas, wajah cantik Hinata menatap kakak kelasnya pasrah lagi di gandeng temen kelasnya. Detak jantungnya begitu cepat, entah perasaan apa ini. Matanya mengikuti langkahnya dari depan kelas dia sampai menghilang tertutup gedung perpustakaan.
"Cie cie yang cemburu liat cowok pujaannya digondol wewe" telinga Hinata dibisiki bibir Sakura yang tiba-tiba nongol dari samping. Sontak pipi putih Hinata berubah merah muda gegara malu ketauan lagi ngintipin cowok kakak kelasnya. Tangannya menutupi muka agar tak ketauan.
Sakura buka paksa tangan Hinata dan cium pipi sahabatnya bertubi-tubi saking gemesnya liat pipinya yang merona begitu menggoda. "Muach muach muach". Hinata gk mampu melepaskan genggaman erat tangan Sakura dan hanya bisa menunduk menghindar serangan dadakan bibir Sakura yang masih manyun-manyun.
"Hadeh ni lesbong napa malah mesra-mesraan dimari?" Kiba membuyarkan serangan susulan Sakura pada pipi Hinata dan tangan Sakura meluncur ke arah Kiba, mencubit keras pinggang tuh cowok rese yang ganggu orang lagi bahagia.
"Ih ih ih ih ihhhh... sakit dodol, emangnya ini kue apa dicubit-cubit" Kiba menjauh dari jangkauan tangan Sakura. Sambil ngelus-elus pinggangnya yang lebam Kiba kabur ngibrit.
"Kabur sana yang jauh dan jangan balik lagi" Teriak Sakura, direspon jari tengah dari Kiba. Spontan Sakura ambil tong sampah dan -----swiiingg----- tong sampah melayang mendarat tepat di kepala Kiba. Akibatnya Kiba terjungkal nabrak tiang bendera sampai jidatnya benjol sebesar bakpao. Kiba manyun-manyun dibuatnya. Sakura mlengos gak peduli.
"Hinata nanti tidur di rumahku yah, temenin aku soalnya di rumah sendirian." pinta Sakura sambil memasang muka memelas. "Emang mama papa Sakura kemana?" tanya Hinata sambil merapikan rambutnya yang acak-acakan gegara serangan Sakura tadi. "Mama Papa kondangan di tempat sodara, pulangnya 2 hari lagi... Soalnya disana jadi saksi pernikahan ponakannya juga sih." jawab Sakura masih dengan tampang memelasnya. "Ntar Sakura yah yang minta ijin ke papaku, soalnya aku takut kalau aku yang minta" syarat Hinata langsung di anggukin Sakura tanda setuju. "Makasih yah Hinata-ku sayang" sambil meluk Hinata saking senengnya.
"Ihhhh Sakura, sesak ni dadaku..." Hinata berontak, tetapi Sakura makin kenceng meluknya, sambil nyungsep kepalanya di dada Hinata saking nyaman dan empuknya.
To be continued...
KAMU SEDANG MEMBACA
Because I Love You
FanfictionKakashi Hatake adalah murid kelas XII, dibalik sifat malasnya. Dia merupakan kapten klub sepak bola di sekolahnya. Kegemaran membaca novel dewasa membuat seseorang memberi julukan "cowok mesum." Daya tarik Kakashi memikat banyak cewek-cewek kesengse...
