Chapter 11

492 49 7
                                        

Tok tok tok

Pintu berdaun besar dengan lambang klan Hyuuga di ketok tangan mungil Sakura, sambil celingak-celinguk sana kemari, melihat lampu-lampu yang menerangi taman di halaman rumah yang luas itu berselimut gelapnya malam. Sesekali wajahnya nongol ngintip ke dalam lewat kaca jendela deket pintu.
Hmmm, gak ada orang apa yah?, mana Hp gw ketinggalan, jadi gak bisa call Hinata buat bukain pintu.. Duh duh duh, mana udah malem lagi. curhat Sakura dalam hati. Dia kembali ngintip ke dalam rumah, kali aja ada yang lewat. Tetap nihil, Sakura menghela nafas.

"Oiiiii siapa tuh ngintip-ngintip rumah orang malem-malem, maling yah?"
Suara di belakang tubuhnya mengagetkan Sakura yang lagi ngintip-ngintip, dia berbalik dan melihat cowok berambut panjang lurus sambil nenteng Bola dengan telanjang dada.
"Issssssss sialan Neji, ngagetin aku aja" matanya sambil lirik-lirik roti sobek di perut Neji. Neji yang salting diliatin langsung tutupi tubuhnya dengan kaos yang dari tadi disampirkan di bahunya.

"Biasa aja kali liatnya, jangan pake tampang mesum gitu." komentar Neji membuat manyun wajah Sakura. "Lagian kamu tuh yah, malem-malem pake telanjang dada lagi." bales Sakura sambil menyilangkan tangannya di depan dadanya.
"Abis main futsal tadi di lapangan sebelah, karena keringetan jadi buka baju." penjelasan Neji gak di gubris Sakura. Sakura nengok ke pintu yang tadi di ketok dan balik menatap Neji.
"Sepi amat, pada kemana sih?" tanya Sakura. "Lagi keluar mereka, makan malem," bales Neji. "Lu mau ke dalem?" lanjutnya. Sakura geleng-geleng, "gak mau lah, berdua lagi sama kamu, takut.."
"Takut apa lu? Setan?" Neji ngerogoh saku bagian belakang celananya, cari kunci.
"Bukan, tapi takut khilaf," ujar Sakura sambil ketawa-ketawa gaje. Neji ilfil.

"Anter gw balik aja yuk Neji, tadinya mo nginep sini.. tapi karena Hinatanya gak ada jadi mo pulang ajalah," pinta Sakura.
"Isssss lu dateng-dateng sendiri, balik minta di anter.. Jelangkung aja bisa pulang sendiri, lah lu malah minta gw nganterin lu pulang," tolak Neji.
"Ya udahlah kalo gak mau, aku bisa pulang sendiri koq." Sakura manyun-manyun. Neji senyum-senyum merasa menang, Sakura melewati tubuhnya dan merebut bola yang dipegang Neji. Bolanya di lempar ke muka Neji sampe kejungkel ke belakang dengan muka merah perih dan hidungnya mimisan Neji mengumpat.
"Dasar kuntilanak gak punya dada, main timpuk aja muka gw." Yang di umpat malah lari ke motor maticnya dan kabur nge-gas sambil cengengesan.

Because I Love YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang