Meow meow.. Meow meow..
Ponsel Hinata bergetar di atas meja belajarnya, tanda pesan WA telah masuk. Hinata meraih ponsel tersebut dan melihat nama pada layar datar ponsel, tertera nama kekasihnya, Lovely Kakashi. Hinata meletakkan kembali ponselnya tanpa ada niat untuk membuka pesan itu. Ponsel bermotif neko tersebut kembali bergetar, kali ini bunyinya lebih lama membuat Hinata mengerucutkan bibirnya karena sangat terganggu. Hinata meraih ponsel tersebut dan menaruhnya di bawah bantal, sehingga suaranya teredam.
Hinata beranjak dari tempat tidurnya menuju ke pintu keluar kamar, dia membuka dan menelusuri tangga menuju ruang tengah keluarga besar Hyuuga. Hinata menoleh kanan dan kiri, terlihat sepi di rumah besar tersebut, tak ada seorang pun yang berada di sana. Dia duduk di sofa merah marun dekat jendela besar menghadap taman samping rumah, melihat lampu besar di tengah taman yang terang menghiasi gelapnya malam.
"Selamat malam Hinata-sama." suara dari balik punggungnya mengagetkan.
"Oba-chan, mengagetkan aku aja." Hinata menoleh ke wajah Natsu.
"Maaf Hinata-sama, saya kira tadi nona lihat saya." Natsu menundukkan kepalanya.
"Iya gak papa Oba-chan, aku gak lihat makanya kaget." ujar Hinata. "Oya, dimana Otou-san?"
"Hiashi-sama sedang mengantar nona Hanabi les balet, ini kan hari kamis." jawab Natsu. Hinata anggukan kepalanya, dia lupa kalau setiap kamis Hanabi pergi les balet.
Hinata mengenduskan nafasnya berat, adiknya memang terlihat aktif dibandingkan dirinya. Hanabi menyukai segala hal aktifitas menantang ketimbang dirinya, selain les balet dia juga mengikuti les anggar, berkuda, berenang sampai aktifitas ekstrem seperti rock climbing, parkour, skateboard sampai breakdance. Dibandingkan Hinata yang lebih memilih les piano dan melukis.
"Hinata-sama menginginkan sesuatu?" Natsu membuyarkan lamunan Hinata.
"Mmm, aku sedikit laper Oba-chan. Bisakah kau buatkan aku cemilan?" pinta Hinata.
"Baiklah, saya akan buatkan Takoyaki. Tapi sebelum itu saya akan buatkan susu putih dulu kesukaan nona." ujar Natsu.
"Iya Oba-chan, terima kasih." ucap Hinata dengan tersenyum manis.
"Mohon tunggu sebentar ya nona." Natsu beranjak ke dapur, Hinata mengangguk.
Hinata melihat jam dinding menunjukkan pukul 9 malam, dia menyalakan DVD player dan memilih album lagu diantara deretan kaset DVD yang tersusun rapi di raknya. Dia membaca cover album itu, bertuliskan Hatsukoi kemudian memasukkan sebuah kaset di DVD player dan berlahan suara lembut Hikaru Utada menggema di ruangan tengah rumah tersebut. Hinata menyandarkan tubuhnya pada sofa kembali.
"Maaf Hinata-sama, ini susu putihnya." Natsu meletakkan segelas susu di atas meja.
"Terima kasih Oba-chan." Hinata tersenyum.
"Sama-sama nona, nah sekarang saya akan buatkan Takoyakinya." ujar Natsu.
"Maaf merepotkan, Oba-chan." Hinata menyentuh lengan kanan Natsu.
"Tidak Hinata-sama, saya senang melakukannya." Natsu kembali menuju dapur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Because I Love You
FanfictionKakashi Hatake adalah murid kelas XII, dibalik sifat malasnya. Dia merupakan kapten klub sepak bola di sekolahnya. Kegemaran membaca novel dewasa membuat seseorang memberi julukan "cowok mesum." Daya tarik Kakashi memikat banyak cewek-cewek kesengse...
