Alarm biru itu bersuara, membangunkan seorang pria yang masih bergulat dengan selimut tebalnya.
Seorang wanita masuk dan menarik selimut yang menutupi tubuh pria itu dengan sekali hentakan, membuat si pria kaget dan matanya melotot ke arah si wanita.
Pria itu melihat jika si wanita membawa satu ember dan............
.............................................................
.............................................................
Byurrrrrrrrrr
Akhirnya Dito bangun dari tidurnya.
"Jadi tadi itu mimpi!"ucap Dito yang masih belum sadar sepenuhnya.
"Duhhh gue kira gue udah nikah sama Naina,tapi ternyata si Naina jahat juga ya! Ngebangunin gue pake cara diguyur!"
"Ditooo....cepetan keluar!"teriak Anisa yang menggedor-ngedor pintu kamar Dito.
Dengan malas ia pun membukanya,"Ada apa Bun?"
Anisa merasa jijik saat melihat anaknya yang sudah remaja ini baru bangun tidur, "Kamu baru bangun tidur?"
Dito mengangguk, "Emang kenapa?"
Anisa menepok jidatnya tidak menyangka, "kamu kemarin janjian sama Naina Kan?"
Dito mengangguk lagi, "He'em, emang kenapa?"tanya Dito polos
Anisa menunjuk jam dan arah pandangan Dito mengikuti arah dimana bundanya menunjuk sesuatu.
"Jam?!?"ucap Dito, kini giliran Anisa yang mengangguk.
Dito merasa heran dengan yang dimaksud bundanya, "hubungannya?!"
Anisa yang sudah tidak tahan dengan kepekaan dan ingatan Dito yang terkadang error, memilih untuk memberi tahunya secara langsung.
"Naina udah nungguin kamu dari tadi!"
"Ohhhh"Kepala Dito mengangguk-angguk seakan paham, lalu matanya melotot lebar dan ia langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya, meninggalkan Anisa yang merasa aneh dengan sikap anaknya yang satu ini.
"Si Dito itu anak siapa ya!, Kok kayak gitu banget!"
Anisa pun pergi, kembali ke dapur melanjutkan lagi masaknya yang sempat tertunda karena harus membangunkan si kebo yang entah anak siapa.
***
"Nai kita istirahat dulu yuk!"Naina menggeleng, ia terus melanjutkan lari paginya, meninggalkan Dito yang masih memegangi lututnya yang kecapean.
"Dia itu pacar gue? Atau atlet lari?, Katanya lari pagi, tapi kok kayak balap maraton."ucap Dito, ia pun berbelok arah ke warung yang menjual minuman.
"Bu Aqua botolnya dua ya!"
Ibu si pedagang itu mengangguk dan mengambilkan pesanan Dito.
Ibu itu m memberikan pesanan Dito "Ini den!"
"Makasih ya Bu, semuanya jadi berapa?"tanya Dito
Ibu penjual itu hanya menatap Dito genit, "Gratis juga gapapa! Asal den ganteng ini mau bantuin ibu dagang hari ini!"
"Astaghfirullah, Bu istighfar Bu! Ya ampun ibu ini kenapa? Habis kepentok meja ya bu!"ucap Dito yang membuat si ibu pedagang cemberut.
"Ganteng-ganteng gini kok jahat! Semuanya jadi Rp 20000"ucap ibu itu ketus.
Muka Dito melongo, "Bu biasanya satunya Rp 5000 berarti dua itu Rp 10000, kok ini malah Rp 20000! Mahal amat!"
"Ya itu salah di si den ya! Bukan di ibu, mau digratiskan gak mau!, Tapi di suruh bayar segitu kok malah marah!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love From Fake Nerd ( End )
Teen Fiction'Seperti cinta yang datang tanpa di undang, dan seperti perasaan ini yang muncul tanpa ada undangan, melainkan sinyal dari dirimu yang seakan-akan menyuruh ku untuk mencintai dirimu.' Dito Angga Bawisana 'Entah apa yang membuat ku menyukai dirimu, t...
