(39) Dijodohin

5.1K 100 3
                                        

Keluarga Bawisana masuk beriringan ke dalam rumah keluarga Koziara, Dito yang hatinya sudah tak karuan untuk mengetahui apa maksud yang dituju saat mereka kesini, Mia yang santai-santai saja dan melihat-lihat interior rumah yang menurutnya menarik, Anisa dan Dave hanya berbisik-bisik dan tersenyum jahil sambil menatap Dito.

Naina Yang melihat Dito bersama keluarga nya merasa heran, dahinya mengernyit aneh, tiba-tiba detak jantungnya tak karuan. Dia atas tangga ia hanya melihat ke arah keluarga nya dan keluarga Dito yang duduk bersama.

Gilang yang sedang duduk di kursi dan memainkan sebuah robot-robotan menatap aneh ke arah keluarga Dito.

Anisa yang baru melihat Gilang merasa gemas, dan refleks ia mencubit pipi gembul Gilang.

"Aduhh yang ini ganteng banget!, Anaknya siapa Han?"wajah Hana mendadak pucat, ia menatap Gilang lalu beralih ke arah Anton, Anton mengangguk dan tersenyum.

Hana menghela nafas.

"Dia anak aku!"

Wajah Dave dan Anisa merasa kaget dan heran, Dave yang notabenenya adalah seorang sahabat dekat Anton sekaligus rekan bisnis, tidak pernah tahu jika istri sahabatnya ini hamil dan mempunyai anak lagi.

"Ehmm, Anton setahu ku kau tidak pernah bilang kepada ku jika kamu mempunyai anak lagi?"tanya Dave yang sangat merasa heran.

"Iya, Gilang anak Hana dengan Derin"jawab Anton, yang merasakan rasa sakit di hatinya saat mengingat jika dulu istrinya pernah menyelingkuhi dirinya.

"Derin siapa?"Anisa yang penasaran spontan bertanya.

"Dia suami aku yang kedua, tapi kami sudah bercerai saat aku melahirkan  Gilang, dan setahuku sekarang dia ada di rumah sakit jiwa. "Jelas Hana yang meraskan kekecewaan terhadap dirinya sendiri yang seperti orang yang sangat egois.

"Kamu selingkuh Hana?"refleks Anisa beranggapan seperti itu.

"Iya!"jawab Hana dengan gugup.

Naina memilih turun dan mengalihkan pembicaraan mereka. Setelah melihat wajah Mamanya yang kebingungan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

"Hai semuanya!''sapa Naina Di iringi senyum manisnya.

"Hallo juga Naina!"balas semuanya.

"Wesss pacar gue akhirnya Dateng juga!"jawab Dito yang bangga saat mengucapkannya.

"Dito!''tegur Dave yang merasa malu saat sifat Dito yang seperti ini sudah keluar.

"Naina duduk di sini!"perintah Anton yang menepak-nepak tempat duduk yang kosong yang ada di sebelahnya.

"Yaudah, sekarang kita langsung ke tujuan kita datang ke sini!"ucap Dave yang seperti sudah tak sabar.

"Begini Anton, dulu kita pernah membicarakan hal ini berempat. Aku, Anisa, Hana dan Anton!, Tentang perjodohan!"jelas Dave lalu menarik nafas.

Mianda, Naina dan Dito kaget, dalam hati mereka, mereka menebak-nebak maksud dari perjodohan yang dikatakan oleh Dave.

Dave yang melihat wajah anak-anak yang kaget hanya tersenyum dan wajah Anton berbinar bahagia saat ia mengingat nya.

"Oh iya, tenang saja Dave aku masih mengingat nya walaupun sudah lama!, Jadi langsung saja kalau begitu!"ucap Anton bangga.

"Ehhh, bentar dulu deh!, Jadi disini bakal ada yang dijodohin?"Sela Mianda yang memiliki kesimpulan seperti itu.

Para orang tua mengangguk, "iya!, Dito sama Naina bakal dijodohin sama kita!"ucap Anisa polos.

Dave dan Anton hanya dapat menepak kening mereka sekuat tenaga, sungguh ini diluar rencana.

Ternyata kepolosan yang dimiliki Anisa belum menghilang juga, walaupun Anisa sudah beranjak tua.

"Apa!"Naina dengan Dito sama-sama kaget, mereka saling memandang satu sama lain, lalu mereka tertawa terbahak-bahak.

"Aduhh, kirain mau ngapain ke rumah Naina, ternyata ada perjodohan!''ucap Dito yang masih tertawa.

"Jadi Dito itu mau dijodohin sama aku!, Kalau kayak gitu ngapain waktu itu aku galau pas tahu perihal ini!"cemberut Naina yang merasa kesal dengan kejahilan orang-orang ini.

"Wahahaha, duhh! bunda, ayah aku kira Dito mau dijodohkan ke siapa gitu!, Lah ini mah dijodohin kok sama pacarnya!"sargas Mianda yang merasa ini adalah hal yang lucu dan seperti nya tak perlu.

"Ya gapapa lah, kan jadinya bagus kalau Naina sudah pacaran sama Dito, tinggal Bunda dan Tante Hana yang menyiapkan acaranya."ucap Anisa yang langsung ke intinya, Dave dan Anton hanya bergeleng-geleng maklum atas sifat yang dimiliki Anisa.

"Acara apa?"tanya Mia yang penasaran.

"Acara pernikahan kalian!"kini Hana yang gantian menjawabnya secara spontan

"Apa!"ucap Naina Dan Dito berbarengan dan muka kaget yang terpampang jelas mereka gambarkan.

"Nikah!"teriak Dito dan Naina secara berbarengan lagi.

"Wuaa gak mau!"jerit Naina.

"Yeey aku mau!, Makasih bunda, ayah!"teriak Dito yang kegirangan.

"Wihhh adik gue mau ngeduluin gue nih!, Gapapa deh yang penting keponakannya jangan lupa ya!"jawab Mia yang juga merasa bahagia.

"Kak Mia!"tegur Naina yang masih belum bisa menerima nya.

Mia hanya tertawa dan berlalu entah kemana, Gilang yang seperti mengerti tertawa dan menarik-narik Hana ingin digendong dan pergi ke dapur untuk membuat makanan bagi Gilang.

Dave hanya melihat reaksi Naina Dan Dito lekat, ia hanya tersenyum lalu menepuk pundak Dito dan berbisik,"sabar ya Dit!, Bentar lagi kamu bakalan nikah, susah loh jadi suami itu!"muka Dito melongo, ia menatap ayahnya yang malah pergi mengajak Anisa.

Anisa langsung berbalik arah dan menatap Naina yang masih kaget, lalu ia tersenyum Naina membalas nya, dan Anisa berbisik ke Naina, "Yang sabar ya Nai!, Dito itu orang nya gak peka'an, sama kayak bapaknya!"dalam hati Naina ia mengiyakan.

Anton yang masih ada disana hanya menatap lekat ke arah Dito dan Naina!, Is tersenyum jahil lalu meyolek pipi Dito dan Naina bergantian.

"Cie yang bakalan nikah, jangan lupa ya, cucunya yang ganteng sama cantik!"ucap Anton dengan menggoda lalu pergi ke lantai atas dan entah kemana lagi.

"Kita nikah!"teriak Dito yang bahagia, dan teriak Naina yang merasa jika hidup nya akan berakhir jika hal ini di lanjutkan.

"Gila!"ucap Dito dan Naina berbarengan dengan nada yang berbeda.













***

Tamat!!!!

Akhirnya cerita love from fake nerd tamat juga!.

Gimana akhir kisahnya?!

Vote & coment ya.

Ada yang mau extra chapter ya gak?
Kalau mau langsung kirim komentar di chapter ini ya.

Makasih.

Love From Fake Nerd ( End )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang