(19) Niani Aku Kangen

3K 114 1
                                        

Naina kini masih menangis sudah lebih dari satu bulan ia tinggal di villa milik papanya yang ada di Bogor  dan selama itu juga ia off sekolah,lagian  tidak ada niatan untuk sekolah lagi bagi dirinya.

sekarang gadis berambut panjang itu sedang melamun di depan jendela kaca kamarnya  yang terbuka dan menghadap langsung ke kebun teh yang terhampar luas, cuaca disini sungguh menyejukan dan angin yang berhembus pelan,panas matahari yang tak terlalu terik mampu membuat hati gadis itu sedikit tenang.

Disini ia mempunyai teman baru seorang gadis seumurannya, dia juga tidak bersekolah karena ekonomi,saat telinga gadis itu mendengarnya ia kaget dan itu mampu membuat gadis cantik itu sadar jika selama ini ia sangat beruntung bisa bersekolah di sekolah yang terbilang elit dengan fasilitas yang bisa di bilang mewah

"Hai Nai"seru Tika dengan seyuman manisnya menghampiri Naina gadis berambut panjang.

Ya dia Tika Afita gadis yang berumur 17 tahun teman barunya itu

"Hai juga Tik,bagaimana kabarmu?"sapa gadis perempuan berambut panjang-Naina.

"Baik,kalau kamu bagaimana?"

"Yahh baiklah"berbohong lagi,yah aku jadi sering berbohong waktu-waktu ini

"Oh ya Tik,aku lihat kamu sepertinya sangat kelelahan sekali"tanya Naina kepada Tika yang malah dibalas cengiran oleh Tika dan malah menggaruk-garuk kepalanya bingung

"Hehe iya,soalnya tadi aku disuruh belanja ke pasar sama ibu"jawab Tika,tapi apa pasar disini sangat jauh sampai Tika kelelahan seperti ini,aku memang belum pernah ke pasar mau itu dimanapun

"Pasar disini jauh ya sampai kamu aja kecapean ke gitu!"

"Iya jauh"

"Ehmm emang kamu ke pasar naik apa?"tanya ku penasaran

"Kaki"jawabnya singkat.

What gila aja masa jalan kaki emangnya sejauh apa ya?

"Emang jauh banget ya Tik?"

"Lumayan lah"

"Ehmm Tik!!"

"Ya kenapa?"

"Nanti kalau kamu ke pasar ajak aku ya!aku juga pengen pergi ke pasar soalnya aku belum pernah ke pasar"jelas ku Tika terkejut aku juga sih tapi aku bukan terkejut karena tak pernah ke pasar apa aku segitu manjanya sampai ke pasar saja aku tak pernah sungguh memalukan

"Loh kamu belum pernah ke pasar Nai?"tanya Tika jelas saja aku menggeleng udah dikasih tau ehh malah nanya lagi dasar Tika

"Ya udah kalau gitu nanti kapan-kapan aku ajak kamu pergi ke pasar!gimana!kamu mau?"

"Hemm aku mau,jadi janji ya kamu mau ajak aku ke pasar"

"Sip"ucap Tika mantap

"Ya sudah kalau gitu aku mau pulang dulu ya Nai,Soalnya belum beresin rumah"

"Ya sudah,oke!! hati-hati yah Tika"

"Sip"

Tika pergi meninggalkan Naina sendirian,Naina bingung dengan tingkah laku teman barunya ini,ia merasa ada yang aneh dengan tingkah Tika kali ini pikiran aneh mulai menghinggapi otaknya.

Karena malas ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan di sekitaran villa, pikirkan nya membawanya ke masa lalu dimana ia dan kedua orang tuanya selalu bersama menghabiskan waktu pekan untuk liburan atau sekedar diam dirumah bersama

Flashback

"Mama"teriak anak kecil yang rambutnya diikat dua dengan dihiasi pita pink sama seperti baju yang ia pakai berwarna pink dan dihiasi pita juga pada bagian tangan

"Ada apa sayang"jawab wanita yang sudah menjadi seorang ibu

"Nai mana?"

"Nai lagi sama papa"gadis imut itu mengangguk,ia melangkahkan kakinya menuju kakak kembarannya dan papa kesayangannya

"PAPAAA"

"Nia jangan lari,nanti kamu jatuh"

Brukk

Baru saja diberitahu gadis kecil itu terjatuh tersandung rumah-rumahan boneka Nai-kakak kembarannya, kepalanya terbentur sudut meja yang terbuat dari kaca, kepalanya berdarah.

Gadis kecil itu menangis keras, sakit yang ia rasakan.sontak hal itu membuat  -mamanya , - papanya dan Naina-Kaka kembarannya kaget,mereka buru-buru menghampiri Niani yang tak berhenti menangis,tangisan yang kencang membuat mereka gundah, sebagai seorang ibu hatinya terasa tersakiti melihat darah yang menetes dari kepala anaknya.

"Pah!! cepetan kita harus bawa Niani ke Rumah Sakit sekarang juga!!"ia berucap bergetar, hatinya sedang ketakutan, pikirkannya kacau.

Sedangkan orang yang dimaksud mengangguk, lalu berlari membawa kunci mobil,ia memberikan kunci itu kepada istrinya dan ia menggendong anaknya,mereka bertiga ibu,ayah dan anaknya-Niani pergi ke rumah sakit dengan meninggalkan Naina sendirian di Rumah besar itu dengan keadaan sang anak yang ketakutan tubuhnya bergetar,ia ingin menangis.

Satu hal yang ia tidak sukai adalah tinggal sendirian walaupun itu dirumahnya.

"Mama,Papa kenapa kalian ninggalin Nai!,Nai takut sendirian"anak kecil itu berucap seperti bisikan,ia kembali duduk di sofa sambil memandangi darah yang ada di depannya, darah itu darah yang keluar dari kepala kembarannya,dan itu...karena dirinya!! dirinya yang keras kepala!! dirinya yang egois!!dan ia sudah menjadi seorang yang kejam!!.

Adiknya terjatuh karena dirinya yang tak mau menuruti perintah papanya untuk memindahkan mainan, yang malah ia biarkan sembarangan di atas karpet tanpa membereskannya lagi, padahal kedua orang tuanya selalu menasehati dirinya untuk selalu membereskan mainannya setelah selesai bermain dan karena ke egoisan yang ia punya Niani masuk Rumah Sakit!!!

"Awww,shh sakit"

Ingatan itu kembali lagi!kenangan pahit yang selalu menghantuinya, datang saat ia merasa sedikit ketenangan.

"Niani!Aku kangen,aku ingin bertemu dengan mu."lirih Naina

***

Yuhuu update lagi nih!!

Makasih ya udah nungguin lanjutan ceritanya.

Semoga terhibur dengan karyaku,and jangan lupa vote and coment saya tunggu😉😊😉😊

Love From Fake Nerd ( End )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang