"Nai tungguin gue!"teriak Dito yang berusaha mengejar Naina yang sudah jauh darinya.
"Ogahh!!"balas Naina teriak
"Aduhh Nai! Masa Lo mau ninggalin pacar Lo yang ganteng kayak gini!"teriak Dito yang membuat Naina berhenti melangkah dan membalikan badannya.
"Lo maunya apa sih!"tanya Naina kesal sambil menunjuk Dito yang kaget.
"Gue! Maunya Deket sama Lo terus!"jawab Dito polos.
Naina pun meninggalkan Dito yang merasa kebingungan dan pergi ke tempat dimana ada teman-temannya sedang berkumpul.
"Ya ampun Nai! Lo jahat banget sih sama gue! Emang salah gue apaan sih? Sampai elo segitunya."
Dito pun menghampiri Devan yang sedang menggoda adik kelasnya.
"Tu bocah demen banget ngegodain adik kelas, enak kalau cantik, baik, lembut kayak pacar gue! Lah ini semuanya kayak Tante!"Celoteh Dito, yang terdengar oleh Devan.
Dengan muka yang sok menantang ia menatap Dito lekat, "maksud Lo! Apaan bocah?"
Kening Dito menggerut,"maksud gue!"Devan mengangguk.
"Lo sukanya sama tante-tante!"ucap Dito dengan nada ketus.
Muka Devan kaget, "sumpah banget Lo bro! Jahatt!!"ucap Devan dengan penekanan.
"Alay lu!"ucap Dito sinis.
"Serah!"ucap Devan, lalu meninggalkan Dito.
"Dasar bocah gorengan!"
***
"Tadi Lo kenapa?"tanya Erina yang penasaran.
Naina memasang muka kesal, "gak papa!"
"Kalau Lo! Gakpapa kok mukanya kayak gitu banget!"jawab Tika yang merasa heran ke arah Naina.
"Salah gue apa?!"tanya Naina yang menatap ke arah meja.
"Lo! Nanya ke siapa?"tanya Rika yang mengikuti pandangan Naina.
"Di meja gak ada apa-apa kok!"ucap Rika yang merasa keheranan.
Guru pun datang dan semuanya langsung duduk di tempatnya masing-masing dan mendengarkan pelajaran dengan hikmat, karena takut mistar panjang yang tebal dan terbuat dari kayu itu, yang di selalu di bawa oleh guru yang sedang mengajar ini menyentuh bagin tubuh mereka.
***
Dari kejauhan ia dapat melihat Naina, ia pun berlari menghampiri Naina.
"Naina?!"teriak Dito, dengan muka yang sebal Naina memalingkan wajahnya malas.
"Ada apa sih Dit!"Naina berucap seperti orang yang malas untuk mengobrol dengan Dito.
"Gue tanya Lo kenapa?"tanya Dito lembut sambil menatap Naina yang langsung memalingkan wajahnya.
"Gak apa-apa!"
"Jika seorang cewek mengucapkan kata-kata gak apa-apa, gak bakalan kayak gini tingkahnya!"
"Maksudnya, tingkah gue aneh!"ucap Naina nyolot, tangan Dito berkipas-kipas menandakan jika itu salah.
"Kata siapa?"
"Abaikan!"setelah mengucapkan nya Naina pergi berlalu dari Dito, meninggalkan keanehan pada diri Dito.
Sebenarnya Naina takut jika dia akan menangis di hadapan Dito, saat mengingat jika Dito tidak akan bisa bersama nya lagi.
"Duh Nai! Jangan lari lagi dong, udah cukup hari ini buat lari-larian ngejar Lo!, Sumpah gue udah capek pake plus!"celoteh Dito dengan muka yang sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love From Fake Nerd ( End )
Ficțiune adolescenți'Seperti cinta yang datang tanpa di undang, dan seperti perasaan ini yang muncul tanpa ada undangan, melainkan sinyal dari dirimu yang seakan-akan menyuruh ku untuk mencintai dirimu.' Dito Angga Bawisana 'Entah apa yang membuat ku menyukai dirimu, t...
