Setelah pulang dari sekolah annisa segera bersiap untuk pergi ke rumah arya sesuai permintaan dari bundanya.
Sebenernya Annisa sangat gugup, bagaimana nanti penampilan nya buruk didepan bundanya arya, atau sikap dan omongannya yang kurang baik nanti didepan bundanya arya.
Kali ini annisa udah siap menunggu di depan rumahnya. Sedari tadi tidak berhenti membaca bissmillah untuk mengurangi rasa gugupnya itu.
Sekitar 5 menit yang lalu arya menghubunginya menanyakan apakah ia sudah siap atau belum.
Akhirnya mobil arya pun berhenti didepan gerbang rumah annisa. Annisa pun bergegas menuju kearah mobil arya.
Didalam mobil sudah ada icha yang duduk dikursi depan. Tadi arya sudah bilang bahwa icha akan ikut menjemputnya.
Annisa segera masuk kedalam mobil. Ia langsung disambut oleh icha yang sudah bersemangat sekali akan kehadiran annisa di rumahnya.
"Ka, annisa udah makan belum. Pasti belum ya. Kalau belum kebetulan bunda udah masak. Masakan bunda enak loh ka. Kaka pasti ketagihan deh kalau udah nyobain masakan bunda. Icha aja kadang suka nambah tau ka saking enaknya masakan bunda. " ucap icha tanpa henti.
"Iya? Kebetulan dong kaka juga belum makan nih, jadi bisa sepuasnya deh makan di rumah icha" jawab annisa.
Arya sedari tadi menyaksikan kehebohan kedua orang ini. Ia membiarkan keduanya ngobrol sepuas hati. Sampai-sampai ia terlupakan.
Mobil arya pun sudah terparkir dihalaman depan rumah yang depannya didominasi dengan warna hijau tosca.
Annisa segera turun dari mobil dan langsung digandeng oleh icha masuk kedalam rumahnya.
"Bundaaa... Bun.. Nih tebak icha bawa siapa? " teriak Icha.
"Kebiasaan deh lo jangan teriak-teriak di dalem rumah, ini bukan hutan" ucap arya.
"Sini sayang bunda lagi didapur" teriak bunda dari arah dapur.
"Ayo kak kita kedapur" ajak icha.
Annisa hanya manggut mengikuti ke mana icha pergi.
Arya menghampiri ayahnya ke taman belakang. Ia langsung diajak untuk main catur melawan ayahnya itu.
"Mana calon menantu ayah" ucap ayah.
"Apaan sih yah, abang lulus aja belum" sela arya.
"Ya gapapa langsung aja bang, daripada nanti keduluan sama orang"
Apa perlu ayah lamar annisa buat kamu dari sekarang? " lanjut ayah.
"Masih jauh yah, arya mau nerusin pendidikan dulu" jawab arya.
Ayahnya hanya tertawa lantang, jelas saja ia hanya mengetes anak lakinya ini.
Sedangkan annisa dan icha menghampiri bunda ke dapur.
"Bunda.. Liat deh aku bawa siapa? " ucap icha.
"Waah jadi ini annisa, cantik ya.. " ujar bunda.
"Assalamualaikum tante" ucap annisa sambil menyalami bunda.
"Panggil bunda aja biar enak ya sayang"
"Iya bun"
"Annisa bisa masak? " tanya bunda.
"Sedikit-sedikit sih bun"
"Gapapa belajar pelan-pelan dari sekarang biar nanti kalau udah punya suami bisa dimasakin suaminya" ucap bunda.
Annisa langsung menunduk dan tersenyum malu mendengar ucapan dari bundanya arya itu. Belum juga lulus SMA sudah ngomongin punya suami saja.
"Iihh bunda apaan sih, ka annisa kan masih sekolah" sela icha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Life After Hijrah [Tamat]
Romance[Private acak] follow me first!! Perempuan yang ingin berhijrah menjadi lebih baik karena telah menemukan cintanya. Akankan cinta mereka di ridhoi oleh Allah.swt?
![Life After Hijrah [Tamat]](https://img.wattpad.com/cover/146947293-64-k743744.jpg)