SEMBILAN

5.1K 227 4
                                        

Huruf miring flashback!

--

Hari ini adalah hari minggu, dimana hari ini annisa ingin bermalas-malasan setelah solat subuh ia berniat untuk melanjutkan tidurnya.

Namun hal itu musnah sudah di saat dua orang manusia yang tiba-tiba saja datang kerumahnya dan mengajak nya bersepeda ke taman komplek.

Ya, disinilah annisa berada ia sedang duduk di rerumputan taman komplek nya,setelah lelah menggowes sepeda nya menuju taman ini. Ia dipaksa untuk kesini bersama icha dan ya pasti tau lah siapa lagi,  bersama arya.

Tok!  Tok!  Tok!

"Assalamualaikum" teriak icha di balik pintu rumah annisa

"Waalaikumsalam" pintu pun terbuka dan mama-nya annisa yang membukakan nya.

"Permisi tante, saya icha ini abang saya arya" ucap icha sambil memperkenalkan dirinya dan juga abang nya arya.

"Ka annisa ada tante, kita mau ngajak sepeedaan keliling komplek nih tan"

"Oh ada tapi masih tidur kayanya, tadi sih subuh udah bangun tapi kayanya tidur lagi. Sebentar ya tante bangunin dulu, ayo masuk dulu" mama annisa mempersilakan mereka berdua masuk kedalam rumahnya.

Annisa pun akhirnya turun menemui mereka berdua dengan muka bantal baru bangun tidur.

"Ka annisa, ikut icha yuk kita sepedaan keliling komplek, ka ayo ka" ajak icha sambil mengoyang-goyang kan tubuh annisa.

Arya yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepala, sebenarnya iya tidak enak hati kepada annisa yang memaksa nya untuk bangun dan ikut dengan nya. Tapi mau bagaimana lagi, adiknya itu terus saja memaksa nya untuk datang kerumah annisa dan mengajaknya bersepeda bersama.

Sebenernya arya juga sudah menolak ajakan adiknya itu, tapi adiknya lebih pintar icha mengancam arya apabila ia menolak maka icha akan ngadu bahwa kemarin ia mengantar pulang annisa kepada ayah dan bunda nya.

Arya hanya pasrah mengikuti semua kemauan icha.

"Icha, kaka masih ngantuk lagian juga ini kan hari minggu jadi kaka mau istirahat seharian" jawab annisa memberikan penjelasan kepada icha.

"Yah ka annisa mah ga seru ah" icha melipat kedua tangan nya kedada seolah ia sedang merajuk.

"Icha ka annisa nya kan udah bilang ga mau, yaudah yuk kita pulang aja" ucap arya sambil merujuk icha.

"Pokonya ga mau aku mau sama ka annisa, kalo ka annisa ga mau aku bakalan tetep disini" jawab icha tak mau kalah

Annisa pun tak tega melihat icha yang ingin sekali bersepeda bersama denganya. Akhirnya ia pun meng-iyakan ajakan icha itu.

Ia pun ke kamar nya untuk bersiap-siap diikuti dengan icha. Sambil menunggu annisa siap-siap arya pun ditemani mengobrol bersama mama-nya annisa.

"Diminum dek " ucap mama annisa ramah.

"Iya tante"

"Kamu temen sekolah nya annisa? " tanya mama annisa.

"Iya, saya satu sekolah sama annisa tapi kita beda kelas tante"

"Oohh gitu namanya siapa tadi? "

"Arya tan"

"Oh jadi ini yang namanya arya"

"Iya emangnya kenapa tan? "Tanya arya penasaran.

"Tapi kamu jangan bilang ke annisa ya, jadi annisa sering banget cerita tentang kamu ke tante. Katanya sih dia itu benci banget sama kamu tapi di bilang juga katanya dia berhijab sekarang juga karna kamu"

"Oh gitu ya tan"

Tak lama kemudian annisa dan icha telah siap, dan mereka pun menjalakan sepedanya. Sebelum itu mereka pamitan kepada mama-nya annisa.

Dan begitulah ceritanya annisa bisa berada disini. Ia sedang beristirahat sejenak sementara arya dan icha sedang membeli minuman.

Tak lama mereka berdua pun kembali dengan membawa air mineral mereka dan annisa.

Arya menyerahkan air mineral itu kepada annisa. Dan langsung ditenggak habis oleh annisa.

"Segitu hausnya? " tanya arya yang melihat annisa yang sudah menghabiskan setengah air mineral nya.

"Menurut L? " tanya annisa balik.

"Hehe maaf ya gara-gara adik gw lo harus disini deh, seharusnya kan lo masih di kasur dan masih di dalam alam mimpi" ucap arya merasa bersalah.

"Seharusnya sih emang gitu, tapi ga apa-apa kok santai lagian juga gw udah lama ga gowes"

Icha yang sedari tadi asik memainkan ponselnya, tak lama kemudian ia berpamitan kepada abangnya dan annisa karna teman nya chat katanya sedang ada di sini juga jadi icha berniat menghampiri teman nya itu. Dan meninggalkan arya dan annisa berduaan.

"Lo segitu bencinya ya sama gw? " tanya arya. Annisa yang mendengar ucapan itu langsung tersedak.

"Ha, maksudnya apaan? "Tanya annisa balik.

"Ya lo benci sama gw? "

"Oh iya gw benci sama lo, benci banget malah"

"Ohya? Haha"

"Jujur nih ya, dulu tuh gw benci sama lo karna semua temen gw tuh pada bangga-banggain lo. Pokonya mereka tuh histeris banget deh kalo lo lewat gitu, atau pas gw sama temen-temen gw lagi makan dikantin nah kan liat lo tuh lagi solat."

"Ohya sampe segitunya? " tanya arya tak percaya.

"Iya, pokonya apa-apa lo deh, gw sempet berfikir apa hebatnya sih lo itu sampe semua orang pada bangga-banggain lo banget perasaan. Nah dari situ gw mulai ga suka sama lo" annisa menjelaskan semuanya.

"Hmm jadi gitu, terus sekarang masih benci sama gw? " tanya arya menyakinkan.

"Kalo sekarang  kaya nya udah ga sih"

"Loh, kenapa gitu? "

"Karna mungkin dulu gw belom kenal deket aja kali ya sama lo. Tapi ga tau kenapa sekarang pas gw udah deket sama lo gw bisa nilai sendiri lo itu sebenernya gimana. Dan ternyata ga seperti apa yang gw pikirkan. "

"Bener kata pepatah 'jangan nilai buku dari covernya ' karna ya kita ga bakalan tau itu buku isinya bagus apa ga sebelum kita baca isinya. Sama kaya lo itu, gw ga bakalan tau sifat asli lo kaya gimana sebelum gw kenal lo lebih deket" ucap annisa.

"Masa sih? Tapi kalo misalnya yang lo pikirin sebelumnya tentang gw itu bener gimana?" tanya arya.

"Ya berarti perkiraan gw salah, dan lo emang sok pencitraan doang di depan umum" jawab annisa.

Arya pun tertawa mendengar jawab dari annisa itu.

"Kenapa ketawa? " tanya annisa heran.

"Gapapa, sebenernya kan sikap kita itu orang yang nilai mau nilainya plus atau minus juga ya kita harus terima. Tergantung dari kitanya aja sih kalo mau dapet nilai plus ya kita harus perbaikin sikap kita ke orang begitupun sebaliknya, kalo mau nilai minus ya tinggal bersikap seenak nya aja ga ngehargain orang kek gimana. " jawab arya.

"Betul" annisa setuju dengan ucapan arya itu.

"Yaudah yuk pulang" ajak arya dan langsung di setujui oleh annisa.

Mereka pun menaiki sepeda mereka dan pulang kerumah masing-masing.

»»»

Assalamualaikum..
Don't forget vote&coment

Life After Hijrah [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang