ExtraPart~2

3.5K 163 4
                                        

"Sayang kamu jangan banyak kerja ah, kasian nanti kamunya cape" ucap bunda mertua.

"Iya dengerin tuh kata bunda, kamu nya kasian dede bayi nya juga kasian" balas mamanya.

Sudah seminggu yang lalu mamanya dan bunda mertua nya menginap di rumahnya. Karena tinggal menghitung hari nya untuk annisa melahirkan. Jadi mamanya dan juga bunda mertuanya menemani annisa selagi arya bekerja.

"Iya bunda, mama lagian cuma cuci piring doang kok gapapa" jawab annisa yang masih sibuk dengan piring kotor ditangannya.

"Udah sini biar mama aja" mamanya mengambil alih piring tersebut dari tangan annisa. Mau tidak mau annisa menurut saja.

Ia pun duduk di sofa sambil meluruskan kakinya.

"Sini bunda pijitin ya kaki nya" ucap bunda mertuanya sambil memijat kaki annisa.

"Makasih ya bunda" ucap annisa.

"Sama-sama sayang" balas bunda.

Tiba-tiba annisa merasakan nyeri dipinggangnya dan juga perutnya.

"Aw aduhh bunda..ma.. Ini kok perut aku sakit ya ..aww" ucap annisa meringis kesakitan.

"Eh eh sayang..kamu kenapa. Apanya yang sakit" tanya bunda panik.

"Kenapa sayang apanya yang sakit" ucap mamanya yang langsung menghampiri.

"Ini perut aku kok rasanya sakit banget" jawab annisa.

"Eh yaudah ayo kita kerumah sakit ya" ucap mamanya.

"Bunda tolong kabarin arya" lanjut mamanya.

"Iya iya sekarang kita bawa kerumah sakit aja dulu, nanti bunda telpon arya pas udah dirumah sakit" ucap bunda.

"Yaudah ayo kamu masih kuat jalan kan sayang, pelan-pelan aja ayo" ucap mamanya.

Annisa dibopong oleh mamanya dan juga bundanya menuju ke mobil bunda mertuanya.

"Sabar ya sayang tahan dulu. Tarik napas.. Buang" annisa menuruti perintah mamanya.

"Kamu coba hubungin arya ma, telepon coba kabarin kalo kita lagi dijalan menuju rumah salit" ucap bunda nya yang sedang menyetir.

Mama nya pun menghubungi arya dan memeberitahukan bahwa annisa sudah mulai mengalami kontraksi dan sekarang sudah menuju ke rumah sakit.

Disisi laim setelah arya menerima telepon dari mama mertuanya ia langsung kalap dan juga panik.

"Kenapa lo" tanya rayhan.

"Istri gw mau lahiran" jawab arya.

"Wah selamat ya bro. Yaudah ayo gw anterin lo. Pasti sekarang lo panik jadi nanti pasti lo bawa mobilnya ngebut mending gw aja yang nyetir" ucap rayhan.

"Yaudah ayo cepetan" arya langsung menarik tangan rayhan.

Mereka berdua pun segera menuju ke rumah sakit yang diberitahukan oleh mama mertuanya.

"Ray cepetan dong bawanya, sini deh gw aja yang nyetir lelet banget lo" ucap arya tak sabaran.

"Sabar bro tenang. Lo ga liat di depan ada mobil masa iya gw tabrak-tabrakin" balas rayhan.

"Ya terus gimana dong. Istri gw mau lahiran gw mau nemenin dia" ucap arya.

"Yaudah iya sabar-sabar ini gw salip" ucap rayhan.

Tak lama mereka sudah sampai di rumah sakit dan menuju ke ruangan persalinan. Di depan ruangan sudah ada bundanya dan mama mertua yang menunggu.

"Bun gimana annisa" ucap arya.

Life After Hijrah [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang