Jogjakarta
Caroline menatap canggung pria yang mengaku sebagai Papa nya.
"I have to go.." Kata pria itu.
"Ikut?" Tanya Caroline sambil memiringkan kepalanya.
Pria bernama Harris itu menatap dingin Caroline, "No, you can't.."
"Papa ga suka Line?"
"I... Don't know.." Kata Harris dengan nada menggantung.
Line menghela nafasnya dan menundukan kepalanya, "oke.."
"You have my card.. Telpon aja, apapun yang kamu mau... Pap.. Ehem.." Harris berhenti karena masih merasa canggung dengan panggilan Papa yang kini melekat padanya.
"Papa pasti beliin. Nanti Papa suruh orang untuk anterin kesini." Lanjut Harris.
Line mengangguk tanpa melihat wajah Harris.
"I know you feel so confused.. And angry.. And upset. But i have to go. You know.. I have to make some money."
Line kembali hanya mengangguk tanpa mengatakan sepatah katapun.
Harris menghela nafasnya. Ia biasanya tak akan peka dan tak peduli dengan perasaan orang lain. Tapi putri kandung nya itu seolah-olah bisa mentransfer semua perasaan nya langsung ke otak Harris.
"I will visit you sometime.." Kata Harris sambil memperhatikan gerak tubuh Caroline.
Caroline mengangguk dan tidak mengangkat wajah nya sama sekali.
"Look.." Kata Harris sambil berjongkok didepan Caroline yang masih menunduk, "I'm not gonna leaving you forever.. But today, i really have to go and I'm sorry you can't come with me.. Tapi Papa janji Papa pasti kesini lagi."
Caroline masih menunduk dan tak melihat wajah Harris sama sekali. Ia mengangguk sekali.
"Stubborn!! Exactly like me.." Bisik Harris lebih pada dirinya sendiri.
**stubborn = keras kepala.
Harris mengacak rambut pendek sebahu milik Caroline, "well.. Take care.. Papa pergi dulu.."
Caroline tak bergerak sama sekali. Harris akhirnya melangkah pergi menuju mobil yang sudah menunggu nya. Saat masuk ke mobil, Harris baru menyadari Caroline mengapal keras tangan nya. Tangan itu sesekali bergetar.
"Shit!" Pekik Harris yang langsung keluar dari mobil dan menghampiri Caroline.
"What now?!" Bentak Harris namun Caroline tetap bergeming.
Harris menatap kesal Caroline namun ia akhirnya menyadari sesuatu. Ada air yang jatuh dari wajah Caroline. Caroline menahan tangis nya sedari tadi. Caroline di diagnosis dengan Bipolar. Tentu hal seperti menahan air mata adalah hal yang sulit untuk dilakukan saat mood nya sedang jatuh.
Harris berlari ke dalam dan memanggil seorang suster yang sedang berjaga di asrama, "suster.. Obat nya Caroline mana? Tolong dikasih ya.. Dia nangis.."
Saat Harris kembali kedepan, Caroline sudah tak ada di tempat itu.
***************************************
I'm stumbling
I can’t see straight
And it's my fault I got this way..
I got my hands on something great
And found a way to mess it up..I did my best,
I tried to change
But it's just in my DNA
I got my hands on something great
And found a way to fuck it up again..

KAMU SEDANG MEMBACA
UNNORMAL
FantasyCerita tentang bagai mana DNA mu lebih kuat dari nasib buruk mu. Art by : i_suar (follow her on instagram!) :) Story by: Deedsena ---------------------------------------------------------------------- ** WARNING!! 18++ ** Update nya random ? ** Con...