Aku mengecek hp ku, dan sudah banyak notifikasi.
195 line from my lovely Ian❤
10 message from daddy ❤
20 missed call from my lovely Ian❤
Ya ampun aku lupa ubtuk memberi tahu Ian sama papa!.
"Kamu dimana sih bayi nakal!!!??"
"Hehe, maafin ara pa, ara tadi buru buru sampe lupa izin"
Terdengar helaan nafas dari suara di handphone itu.
"lain kali kalo mau kemana mana izin dulu ya, papa tau kamu ada urusan penting tapi jangan sampe bikin papa takut kalo kamu gaada di rumah"
"Iya pa, maafin aku ya aku udah bikin papa takut, tadi bunda nelfon katanya ka Leo gapulang ke rumah makannya aku langsung pergi cari ka Leo, sekali lagi maafin aku ya pa"
"Iya sayang papa maafin, kamu jangan lupa ya telfon adik kamu dari tadi dia kalang kabut nyariin kamu, sekarang gimana keadaan Leo?"
"Sekarang sudah mendingan pa, tapi kayanya Ara gabisa pulang malem ini, kasian ka Leo disini sendiri"
"Iya sayang gapapa, inget jaga kesehatan kamu! Jangan lupa makan ya!! Papa ga mau bayi kecil papa nanti sakit"
"Paa aku bukan bayi lagi!!"
"Tetep aja kamu akan selalu jadi bayi kecil papa, good bye baby jangan lupa telfon Ian!"
Telfon ku diputus sepihak oleh papa, aku yakin sekarang papa sedang sibuk meeting dengan kolega nya.
Terdengar dering telfon lagi.
"Halo, kenapa Yan?"
"Kaka dengan santai nya nanya kaya gitu!!? Aku dari tadi pusing dan bingung nyariin kaka tau ga!"
"Yaampun Ian maafin kaka, kaka tadi buru buru soalnya ka Leo..."
"Selalu aja bang Leo lagi bang Leo kagi"
"Maksud kaka ga gitu Yan, ka Leo lag.."
"Udahlah Ian cape, Ian mau istirahat aja"
Telfon kali ini diputus sepihak oleh Ian. Aku tau Ian merasa cemburu karna aku lebih memilih ka Leo. Hey jangan bilang aku terlalu GR ya! Ini sudah ke 3 kalinya Ian sangat cemburu terhadap ka Leo.
Aku hanya bisa menghela nafas, jika sudah seperti ini sangat sulit membujuk Ian.
Aku memutuskan untuk kembali ke sup yang sedang aku buat. Dan sudah matang, aku mematikan kompor dan menuangkan sup itu ke mangkuk yang sudah aku siapkan.
"Ka ayo bangun dulu, kaka harus makan"
"mmm.. Kaka galaper by"
"Ka ayodong makan kalo kaka gamakan aku juga ga akan makan seharian ini!"
"Ishh kenapa kamu ngancem terus sih!?"
"Udah sekarang makan!"
Aku menyuapi ka Leo dengan telaten setelah itu aku memberikan obat dan mengantar ka Leo ke kamarnya.
"Aku ada di ruang keluarga kalo kaka butuh aku tinggal telfon aku, hp kaka ada diatas nakas"
Aku melangkah pergi untuk ke 2 kalinya ka Leo mencekal tanganku lagi.
"By jangan pergi please.."
"Aku cuman di depan ka, sekarang kaka harus tidur biar cepet sembuh"
"Kaka gabisa tidur by, tolong temenin kaka sampe kaka tidur aja yaa"
"Oke oke kalo gitu"
Aku terus mengusap kepalanya dan dia mulai terkantuk.
"Baby sayang kaka?"
Aku tertegun mendengar pertanyaan itu. Tentu aku sangat menyangai ka Leo sebagai kaka ku.
"of course aku sayang kaka"
"Makasih udah mau jadi adik ka Leo ra "
Akhirnya dia tertidur pulas, mungkin hari ini dia sedang sensitif gara gara kangen Aca. Ya aku bisa memaklumi itu.
