Hari ini pertama kalinya Ara pergi ke kantor. Ya agak sedikit memaksa untuk bisa kesana.
"Ka, aku boleh kerja ya, pleasee"
"Ga baby! Kamu duduk aja disana"
"Tapi aku bosen"
"Ini hp kakak kamu pake aja"
"Aku juga punya hp ka!"
Leo yang tidak ingin Ara pergi dari ruangannya terus memikirkan segala cara agar Ara tetap disana.
"Yaudah kamu diem aja dikamar kakak, ada netflix, nanti kakak pesenin kamu makanan ya biar kamu ga bosen"
Ara mau tidak mau mengangguk pelan, mau selembut apapun dia meminta pasti tidak diperbolehkan.
Leo yang sangat gemas mengacak pelan rambut Ara.
"Kakak rambut aku nanti berantakan"
"Salah kamu kenapa ngegemesin?"
Ara yang mendengar alasan Leo hanya bisa menghela nafas dan langsung ke kamar Leo.
Setelah beberapa menit, client yang ditunggu Leo datang. Sebenarnya Leo tidak benar benar menunggu, karena ya... Mereka yang butuh perusahaan ini bukan perusahaan ini yang butuh mereka.
"Senang bertemu dengan anda Mr. Leo"
"Yeah"
Saat client itu masuk, Leo sudah malas untuk meeting kali ini. Dilihat dari pakaiannya sungguh tidak sopan. Dan itu bukan tipe orang yang profesional. Dan Leo tidak suka itu.
Leo sangat jengah dengan meeting kali ini. Dan dewi fortuna kali ini sedang memihaknya. Mood boosternya datang.
"Kak, chargerannya kaka simpen dimana?"
Yup siapa lagi kalo bukan Ara.
"Wait baby"
Ara yang melihat ada client tersenyum canggung.
"Oh i'm so sorry, silahkan lanjutkan"
Cathy yang mendengar Leo memanggil orang itu baby langsung sinis.
"What are you looking for baby?"
"Engga jadi ka, udah lanjutin aja meeting nya"
"Engga gapapa, kamu butuh apa sayang?"
Ara yang aneh mendengar Leo memanggilnya sayang langsung melihat ke arah client itu. Oh pantas aja kak Leo kaya gini.
"Chargeran nya dimana kak?"
"Ada di walk closet kayanya, kakak lupa ga nyimpen ditempatnya lagi by"
"Oh ok, aku kesana dulu. Mmm.. Silahkan lanjutkan kembali meeting nya, maaf saya mengganggu"
"By..."
Lagi lagi Ara malas mendengarnya. Dan jika seperti ini Ara harus mencium kak Leo agar terhindar dari singa betina yang sedang lapar.
Cup
"Udahkan? Aku kesana dulu kak"
Cathy yang melihat kejadian tadi lebih sinis memandang Ara. Dia fikir Leo masih single.
Leo memang masih single. Cuman mereka saja yang berfikir kalo Ara dan Leo berpacaran.
Setelah pesanan teh untuk tamu, cupcake dan milkshake coklat untuk Ara datang, office boy tersebut bingung harus mengantar makanannya kemana. Karena dia sama sekali tidak melihat bosnya ada disana.
"Udah simpen aja disana. Biar nanti Ara yang bawa kesini atau saya yang anterin ke kamar"
Office boy itu mengangguk dan menyimpan nya dimeja. Karena terlalu malas untuk berteriak Leo menyuruh sekertaris nya untuk memanggil Ara.
