Aku terbangun di sore hari. Kejadian tadi masih terbayang jelas di ingatanku. Rasanya aku tidak mungkin bertahan jika tidak ada seseorang yang menolongku.
Aku beranjak dari kasur dan duduk di dekat jendela.
"Baby girl..."
Sangat terdengar ada yang memanggilku, tapi entah kenapa lamunanku lebih menarik dibanding suara yang memanggilku tadi.
Ada sebuah tepukan yang membuat lamunanku buyar.
"Baby girl, please don't be like that"
Yang kulihat sekarang adalah sorot mata yang menatapku khawatir dan sedih.
"Please, jangan simpan semuanya sendiri. Papa is here for you, papa always beside you"
Entah kenapa rasanya aku ingin sekali menangis melihat sorot mata itu.
"Hey baby, listen to papa ok? I know it was hard for you, but it was hard for me, for Ian and Leo too. Tapi kamu harus bisa untuk tidak jatuh ke lubang yang sama lagi, papa gamau kamu seperti dulu. Kita bisa menyelesaikan semua ini bersama sama ok?. You have to promise to me that you'll be ok! Papa dan yang lain akan memikirkan segala cara agar kamu tetap aman, yang kamu harus lakukan sekarang ini adalah kamu harus patuh sama apapun yang papa suruh, karna papa hanya ingin kamu selamat, alright baby?"
Aku menggangguk disela pelukan itu. Entah kenapa aku merasa sangat lelah dan tertidur setelahnya.
"Hey, baby bangun dulu yuk, kamu belom makan dari pagi ini udah waktunya makan malem"
Aku terbangun melihat ka Leo.
"Kamu belom makan dari pagi sayang. Mau makan di bawah atau kaka bawa kesini makanannya?"
"Aku makan di bawah aja ka"
"Mau di gendong ga?"
Aku sudah bertekad merubah diri untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Karena bukan hanya aku yang merasa kehidupan ini terasa sulit. Tapi Papa, Ian, Kak leo juga.
"Terimakasih ka"
Aku mengatakan itu terlewat pelan.
"Hah? Kenapa by? Kamu mau sesuatu?"
Aku hanya menggeleng pelan.
"Loh ka Ara kenapa? Ko digendong?"
"Kaka gapapa Yan"
Aku duduk di kursi dan menunggu makanan yang sedang di siapkan mbok.
Tiba tiba Ian berdiri disamping tempat dudukku.
"Ka, can i have a hug from you?"
"Yes, of course"
Aku berdiri dan mulai memeluk Ian. Mau Papa,Ian,kak Leo mereka bertiga punya pelukan yang bikin aku terlalu nyaman.
"I love you ka, more than everything in this world"
"Love you too"
"Alay lu Yan!" Ucapan ka Leo memancing Ian lagi.
Sepertinya aku harus siap mendengar keributan lagi untuk saat ini.
"Oh iya pa, yang tadi selamatin aku siapa?"
"Nanti papa kasih tau, tapi sekarang papa mau kamu makan yang banyak ya baby girl"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maafin aku ya guys, entah kenapa aku lagi males banget buat bikin cerita:) aku akhir akhir ini sedang fokus karena mau ada satu tes ehehe... Btw doain aku ya semoga tes yang aku jalanin ini lancar dan mendapatkan hasil yang terbaik.
Makasih semuanya yang udah nunggu kelanjutan cerita ini. Oh iya buat yang mau ngasih kritik dan saran boleh ya asal cara nyampein nya yang baik juga hehe
